SAMPIT – Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Seto Hadi, menilai Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi solusi strategis dalam menstabilkan harga komoditas dan memperkuat akses pasar masyarakat, khususnya di sektor perkebunan dan perikanan.
Menurutnya, koperasi harus mengambil peran lebih aktif sebagai penghubung antara produsen dan pasar guna menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani dan nelayan, seperti ketidakpastian harga dan kesulitan dalam memasarkan hasil produksi.
“Kami berharap dengan adanya Koperasi Merah Putih, sistem distribusi dan harga bisa lebih terkoordinasi. Harga-harga yang selama ini fluktuatif bisa menjadi lebih stabil dan transparan,” ujar Seto Hadi, Sabtu 7 Juni 2025.
Ia menambahkan, salah satu persoalan utama yang sering terjadi adalah minimnya keterbukaan informasi harga, terutama pada komoditas kelapa sawit. Petani sering kali dirugikan karena hanya tengkulak yang mengetahui harga pasar, sementara produsen justru tidak memiliki akses informasi yang memadai.
“Jika koperasi bisa bergerak aktif, hasil sawit masyarakat bisa dikoordinasikan dengan baik. Misalnya, dengan memasang papan informasi harga mingguan. Dengan begitu, petani tahu harga yang berlaku dan tidak kecewa saat panen karena harga tiba-tiba turun,” jelasnya.
Hal serupa juga terjadi di sektor perikanan. Banyak warga desa yang sudah mengembangkan usaha kolam ikan, namun terkendala oleh tidak adanya penampung dan jalur distribusi yang jelas. Akibatnya, hasil panen sulit dijual dan nilai ekonominya menurun.
“Saya mendapat informasi bahwa salah satu kendala utama masyarakat adalah tidak adanya penampung ikan. Harapan kami, koperasi ini bisa hadir sebagai solusi konkret,” katanya.
Politisi PDIP ini menegaskan bahwa koperasi harus dikelola secara profesional dan dengan komitmen tinggi. Ia menekankan bahwa koperasi tidak boleh hanya sekadar menjadi lembaga formal, tetapi harus benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan rakyat.
“Kami dari DPRD siap memberikan dukungan dari sisi regulasi dan pengawasan agar koperasi benar-benar bisa menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (nardi)












