SAMPIT – Wakil Bupati Kabupaten Barito Selatan Khristianto Yudha serta rombongan melaksanakan kunjungan kerja di Sampit Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu 18 Juni 2025.
“Kami bersama rombongan melakukan kunjungan kerja untuk belajar bagaimana meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata Khristianto.
Kedatangan rombongan Pemerintah Barito Selatan disambut Wakil Bupati Kotim Irawati. Khristianto menyebutkan PAD Kotim cukup besar yaitu hampir Rp500 miliar, sedangkan Barito Selatan hanya sekitar Rp117 miliar.
PAD digunakan untuk membangun daerah, jika hanya bergantung dengan dana transfer dari Pemerintah Pusat maka akan kesulitan berkembang, terlebih adanya kebijakan efisiensi anggaran.
“Kita harus memangkas kegiatan karena program efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, jika PAD besar maka tidak terlalu berpengaruh dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia menyebutkan dua kabupaten yaitu Kotim dan Barsel adalah kabupaten tua dan ia mengakui Kotim lebih maju dari Barsel maka mereka harus belajar dan bisa lebih maju kedepannya.
Sejumlah potensi Barsel juga cukup banyak, perkebunan sawit baru mereka mulai, perkebunan karet juga sudah lama berjalan, sektor perairan juga ada 62 pelabuhan di daerah aliran sungai Barito.
Kami dapat Rp5 miliar dari CSR satu perusahaan, padahal ada 62 perusahan, jika itu bisa menyumbang CSR semua maka bisa luar biasa pendapatan daerah Barsel.
Untuk itu mereka mempelajari bagaimana regulasi sehingga bisa menggali retribusi maupun pajak daerah di Barsel.
Kotim memiliki PAD hampir 500 miliar adalah hal yang luar biasa, kedatangan mereka bukan sekedar belajar saja bagaimana menggali potensi PAD daerah namun juga menjalin kerjasama di berbagai bidang.
“Baik bidang kesehatan, pendidikan, dan sebagainya, anak didik kami bisa sekolah di Sampit, masalah RS juga Barito Selatan bisa belajar disini,” ungkapnya. (nardi)












