SUKAMARA – Seekor orangutan jantan dilaporkan masuk ke area permukiman warga di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah menarik perhatian warga setempat, karena satwa dilindungi tersebut terlihat berkeliaran di sekitar rumah penduduk dan kebun kelapa warga.
Kepala Desa Sungai Pasir, Ahmad Humaidi mengatakan bahwa munculnya orangutan tersebut telah muncul sejak sebulan yang lalu, namun hilang saat pihak desa bersama warga dan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi mencari orangutan tersebut.
“Kemarin ada laporan warga kalau orangutan muncul lagi pada Selasa 24 Juni sekitar pukul 06.00 WIB yang masuk pemukiman dalam hal ini menggangu kebun kelapa milik warga dan kami langsung melaporkan ke BKSDA untuk selanjutnya dilakukan pemantauan,” terang Ahmad Humaidi, Rabu 25 Juni 2025.
Humaidi menjelaskan jika warga bersama Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah serta Tim Rescue dari OF-UK Indonesia segera melakukan upaya evakuasi. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan memakan waktu kurang lebih lima jam, mengingat lokasi yang cukup menantang dan satwa yang aktif bergerak.
“Setelah berhasil ditemukan dilakukan evakuasi dan dibawa oleh tim dari BKSDA ke Pangkalan Bun untuk dilakukan pengecekan kesehatan dan lain sebagainya setalah itu akan dilakukan pelepasliaran,” ucapnya.
Sementara itu, setelah berhasil dievakuasi dengan aman, orangutan sempat diamankan di Kantor Seksi KSDA Wilayah II sebelum direncanakan untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya di Suaka Margasatwa Lamandau.
Sinergi antara warga dan BKSDA dalam penyelamatan ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian satwa endemik Kalimantan yang semakin terancam.
“Dari hasil pemeriksaan medis, orangutan tersebut berjenis kelamin jantan, berusia sekitar 25 tahun, dengan berat mencapai 69 kilogram,” tukas Ahmad Humaidi. (enn)












