PALANGKA RAYA – Inflasi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,32 persen (month-to-month), didorong terutama oleh kenaikan harga komoditas pangan strategis.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Selasa, 1 Juni 2025, menunjukkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi, dengan andil mencapai 0,21 persen terhadap total inflasi bulanan.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga dalam sebulan terakhir, di antaranya bawang merah, ikan peda, cabai rawit, serta sigaret kretek mesin (SKM).
“Kenaikan harga-harga ini memberikan tekanan langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, khususnya kelompok menengah ke bawah,” ujar Agnes.
Meski begitu, beberapa komoditas pangan justru mencatat penurunan harga dan turut menahan laju inflasi, seperti beras, ikan nila, ikan patin, ikan baung, serta bensin.
Kondisi ini mencerminkan fluktuasi harga yang tinggi di pasar, terutama di sektor pangan segar.
Empat kota pantauan di Kalimantan Tengah semuanya mengalami inflasi bulanan, dengan angka tertinggi tercatat di Kapuas sebesar 0,46 persen, diikuti Sampit (0,43 persen), Palangka Raya (0,19 persen), dan Sukamara (0,06 persen).
Menurut Agnes, faktor musiman dan distribusi turut mempengaruhi naik turunnya harga bahan pokok.
“Bawang merah dan cabai rawit adalah komoditas yang sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan cuaca. Begitu pasokan tersendat, harga langsung melonjak,” jelasnya.
Inflasi tahun kalender hingga Juni 2025 mencapai 1,08 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 1,06 persen, menunjukkan tingkat kestabilan harga secara umum masih dalam kategori rendah, namun tetap perlu diwaspadai, terutama di sektor pangan.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, karena ketahanan pangan dan daya beli masyarakat berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi di tengah tantangan lainnya, seperti penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) dan fluktuasi ekspor-impor.
(Sya'ban)












