LAMANDAU – Aksi pemotongan jembatan penghubung di Desa Jemuat, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, menggegerkan warga.
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital yang menghubungkan Desa Jemuat dan Desa Kina.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik perusakan tersebut.
Kapolsek Delang Iptu Dedy Kurniadi membenarkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan memasang garis polisi (police line) guna proses penyidikan lebih lanjut.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. Motif pelaku belum diketahui, kami masih terus dalami,” ujar Iptu Dedy. Kamis, 3 Juli 2025.

Pertemuan tindak lanjut atas kejadian ini digelar di desa dan dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain Babinkamtibmas Kopda Natalius Medy, Sekcam Batang Kawa Musmulyadi, Kasipem Jurai Epari, Kades Jemuat Kandar, Ketua BPD, serta tokoh masyarakat Silpisius Lampu.
Kepala Desa Jemuat, Kandar, menegaskan bahwa pihaknya dengan melibatkan beberapa elemen masyarakat langsung membangun jembatan darurat demi memastikan mobilitas warga tidak terputus.
“Ini jalan utama masyarakat. Kalau jembatan ini putus, aktivitas ekonomi, sekolah, dan kesehatan langsung lumpuh. Kami langsung gerak cepat bangun jembatan darurat,” kata Kandar.
Camat Batang Kawa, Indra Yudi, mengecam keras aksi pemotongan jembatan ini. Ia mengaku kecewa karena beberapa waktu lalu warga bersama pemerintah kecamatan dan pihak ketiga baru saja melakukan gotong royong memperbaiki jembatan-jembatan rusak.
“Lamandau sedang giat membangun. Baru beberapa bulan lalu kami gotong royong perbaiki jembatan rusak dengan bantuan pihak ketiga. Tapi kenapa masih ada oknum tak bertanggung jawab melakukan hal seperti ini? Ini tidak bisa ditoleransi,” ujar Indra dengan nada kecewa.
Ia berharap kasus ini segera diusut hingga tuntas agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
Kapolsek Delang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak membuat spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.
(Andre)












