Pemprov Kalteng Siapkan Peringatan HAN dan Harganas, Soroti Ketimpangan Perlindungan Anak dan Keluarga

IST/BERITASAMPIT - Kepala DP3APPKB Kalteng Linae Victoria Aden memimpin rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka persiapan peringatan HAN dan HARGANAS 2025, di Aula Bawi Bahalap, , Kamis sore, 10 Juli 2025.

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) mulai mematangkan agenda peringatan Hari Anak (HAN) dan Hari Keluarga (Harganas) tahun 2025 yang akan digelar dalam waktu dekat.

Melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar Kamis sore, 10 Juli 2025, Kantor  di Aula Bawi Bahalap, isu perlindungan anak dan ketahanan keluarga kembali diangkat sebagai perhatian utama.

Dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng, Linae Victoria Aden, rapat ini melibatkan sejumlah dinas dan lembaga vertikal.

Pembahasan bukan hanya soal teknis pelaksanaan, tetapi juga arah pesan publik yang ingin dibangun.

“Peringatan ini jangan berhenti pada selebrasi, tetapi harus menjadi ruang evaluasi. Apakah perlindungan terhadap anak dan keluarga kita sudah cukup? Apakah kebijakan di lapangan benar-benar menyentuh mereka yang paling rentan?” ujar Linae.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah pengukuhan peran simbolik dan moral seperti Ayah Bunda Genre dan Orang Tua Asuh Genting oleh kementerian terkait, serta pelantikan Bunda PAUD dan Bunda Literasi oleh Gubernur.

Namun, penyelenggara menekankan, jabatan ini bukan hanya kehormatan seremonial, tetapi juga bentuk tanggung jawab publik terhadap pendidikan keluarga dan anak di tingkat akar rumput.

Peringatan HAN–Harganas tahun ini juga menjadi ajang konsolidasi antar-instansi. DP3APPKB menggandeng BKKBN, Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan, Kominfo, dan Perpustakaan untuk merancang pendekatan yang lebih menyeluruh dan partisipatif.

Salah satu bentuknya adalah penandatanganan nota kesepahaman lintas lembaga, serta peluncuran berbasis budaya lokal, termasuk penggunaan busana adat Kalteng sebagai bentuk pelestarian identitas daerah.

“Kami ingin mengangkat suara anak-anak secara nyata, bukan sekadar membaca naskah. Termasuk mendengar pendapat mereka soal kekerasan, kesenjangan akses pendidikan, hingga pengaruh digital,” jelas Linae.

baca juga ...  Pencurian HP di Depan Dealer Daihatsu Terungkap, Pelaku Diringkus di Jalan Mekar Sari

Selain itu, agenda juga mencakup penyaluran bantuan sosial, distribusi Kartu Identitas Anak (KIA), serta penghargaan kepada pegiat kependudukan dan keluarga.

Penampilan seni dan kampanye visual seperti jingle SAPA 129 dan lagu tema BKKBN juga akan mengisi momentum tersebut.

Gladi kotor direncanakan digelar 15 Juli 2025, sementara rapat final evaluasi teknis akan berlangsung sehari sebelumnya. Seluruh peserta yang dikukuhkan diminta mengenakan batik khas Kalteng sebagai bagian dari penguatan identitas budaya keluarga.

Kegiatan ini dinilai penting karena digelar dalam konteks tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan persoalan ekonomi rumah tangga pasca-pandemi.

Pemerintah daerah berharap peringatan HAN-Harganas tahun ini mampu menjadi pemicu diskusi publik tentang arah kebijakan keluarga dan perlindungan anak di .

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!