APBD Kalteng Diprediksi Turun, DPRD Desak Pemprov Maksimalkan Potensi PAD

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran saat diwawancarai.

– Isu penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) (Kalteng) memantik sorotan tajam dari anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran. Ia menilai, proyeksi penurunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perlu direspons serius dengan strategi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat panitia khusus (Pansus) DPRD bersama , Selasa, 15 Juli 2025. Dalam rapat itu, Tomy menekankan pentingnya inovasi dan terobosan Pemprov dalam menggali potensi ekonomi daerah agar tidak terus bergantung pada sumber dana pusat.

“Sesuai dengan visi misi Pak Gubernur, kami sangat mendukung RPJMD, tetapi ada langkah-langkah tertentu yang mungkin bisa menghambat karena masalah anggaran,” ujarnya.

Tomy menilai anggaran lima tahun ke depan cenderung menurun, terutama akibat berkurangnya dana bantuan dari pemerintah pusat dan turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tadi saya sampaikan bahwa tidak harus ketergantungan terhadap pusat. Intinya itu, PAD kita harus kita tekan. Dari mana? BUMD, pajak-pajak. Jadi banyak solusinya,” tegasnya.

Ketua Fraksi PAN ini juga mengingatkan agar RPJMD tidak dianggap sebagai dokumen asal-asalan, karena prediksi yang tertuang di dalamnya harus memiliki dasar yang kuat.

“Jadi jangan menyimpulkan, betul RPJMD ini kan ibaratnya hanya prediksi, tapi prediksi ini ada dasarnya, tidak asal memasukkan anggaran segala macamnya,” katanya.

Tomy mengaku prihatin melihat adanya potensi penurunan pendapatan daerah pada tahun 2026 dan 2027, padahal pada periode sebelumnya tren pendapatan selalu meningkat.

“Saya berharap masih bisa pendapatan daerah itu ditingkatkan. Bayangkan saja, dari periode sebelumnya itu kenaikan terus menerus. Saya, dengan adanya melihat RPJMD tadi, kok ada penurunan di tahun 2026-2027,” ujarnya.

baca juga ...  DPRD Kalteng Nilai PAD Kalteng Bisa Tembus Triliunan Jika Dikelola Optimal

Sebagai wakil rakyat, ia merasa perlu menyampaikan kritik demi perbaikan. Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk menggali potensi PAD secara optimal.

“Saya sebagai keterwakilan rakyat di DPRD melihat itu ada yang tidak sinergi. Kasihan Pak Gubernur. Makanya saya ini secara pribadi maupun lembaga menyampaikan tadi pada saat rapat, gimana caranya meningkatkan PAD. Genjot dong BUMD, Perusda, kan gitu,” pungkasnya.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!