PALANGKA RAYA – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Katma F. Dirun, menegaskan bahwa keberadaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak hanya sebatas pada seremoni upacara kenegaraan, melainkan juga sebagai bagian dari pembentukan generasi muda yang tangguh dan berjiwa kebangsaan.
Hal itu disampaikannya saat membuka secara resmi Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat)Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang digelar di Asrama Haji Palangka Raya, Senin pagi, 4 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Katma menekankan bahwa peran Paskibraka tidak hanya sebagai pasukan upacara, tetapi juga sebagai simbol keteladanan dan duta nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris. Mereka adalah anak-anak muda terpilih yang harus menjadi teladan dalam disiplin, karakter, nasionalisme, serta penghayatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila,” tegas Katma dalam sambutannya di hadapan 54 peserta dari 14 kabupaten dan 1 kota se-Kalimantan Tengah.
Ia menyebutkan bahwa pembinaan yang diberikan selama Pusdiklat mencakup penguatan fisik dan mental, namun yang paling utama adalah pembentukan karakter.
Menurutnya, ketangguhan moral generasi muda saat ini sangat penting untuk diperkuat, agar mampu menghadapi tantangan zaman seperti individualisme, hedonisme, dan lunturnya semangat kebangsaan.
“Lewat pelatihan ini, kalian ditempa untuk menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan tidak mudah menyerah. Kalian juga diajarkan untuk saling peduli, menjaga kebersamaan, serta mencintai bangsa dan negara,” lanjutnya.
Katma menambahkan bahwa menjadi Paskibraka merupakan amanah yang besar. Sebab, mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa kehormatan sekolah, daerah asal, bahkan Provinsi Kalimantan Tengah di tingkat nasional.
“Setiap langkah kalian di lapangan upacara nanti harus dipenuhi rasa bangga dan tanggung jawab. Di pundak kalian, berkibar kehormatan bangsa,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing setelah kembali dari pelatihan.
Katma meyakini, semangat kebangsaan yang tertanam selama Pusdiklat akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap, selesai dari sini kalian tidak hanya piawai dalam baris-berbaris, tetapi juga siap menjadi pemimpin yang menjunjung tinggi integritas, etika, dan nilai kebangsaan. Itulah makna sejati menjadi Paskibraka,” pungkasnya.
(Sya'ban)












