PALANGKA RAYA – Perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menunjukkan performa positif pada Triwulan II 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng mencatat pertumbuhan sebesar 4,99 persen secara tahunan (year-on-year), menandakan penguatan ekonomi daerah di tengah dinamika global.
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa geliat pertumbuhan ini dipicu oleh peran signifikan sektor jasa dan perbaikan kinerja ekspor.
“Ini merupakan sinyal pemulihan ekonomi yang semakin stabil, meski masih ada beberapa sektor yang perlu perhatian,” ucapnya saat merilis data di Palangka Raya, Senin, 5 Agustus 2035.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalteng pada triwulan ini tercatat mencapai Rp58,74 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp30,44 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Dari sisi lapangan usaha, Jasa Perusahaan mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 14,42 persendibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Disusul oleh sektor Transportasi dan Pergudangan yang naik 11,57 persen, seiring meningkatnya aktivitas distribusi dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, sektor tradisional seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi pilar utama dengan pertumbuhan 5,73 persen, meskipun masih menghadapi tantangan cuaca dan infrastruktur.
Namun tidak semua sektor bergerak positif. Sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan 1,83 persen, mencerminkan perlambatan aktivitas di sektor ekstraktif yang selama ini menjadi salah satu andalan perekonomian daerah.
Di sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menunjukkan peningkatan sebesar 7,40 persen, berkontribusi besar terhadap akselerasi ekonomi.
Begitu pula dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 7,03 persen, mengindikasikan iklim investasi yang tetap terjaga.
Namun, konsumsi pemerintah justru mengalami kontraksi cukup signifikan, yakni sebesar -9,20 persen, yang disebut dapat berdampak pada kelancaran beberapa program pembangunan.
Secara keseluruhan, Kalteng menyumbang 12,34 persen terhadap total ekonomi di Kalimantan. Meski kontribusinya masih di bawah Kalimantan Timur yang mendominasi dengan 46,58 persen, namun Kalteng berada di posisi pertumbuhan yang cukup kompetitif.
Bahkan, dibandingkan beberapa provinsi di Kalimantan, Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,59 persen, disusul oleh Kalimantan Tengah.
“Dengan tren ini, diperlukan sinergi antarsektor agar pertumbuhan ekonomi Kalteng tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga merata dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Agnes menutup paparan.
(Sya'ban)












