PALANGKA RAYA – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Program pendidikan “Satu Rumah Satu Sarjana” dianugerahi Pemimpin Daerah Award (PDA) 2025 kategori Inovasi Pendidikan yang digelar iNews TV di Jakarta, Kamis malam, 28 Agustus 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Program ini dinilai sebagai terobosan nyata dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih merata bagi masyarakat, termasuk di daerah pelosok.
Dalam sambutannya, Tito menekankan pentingnya inovasi dari setiap kepala daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, otonomi daerah memberi keleluasaan bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk menghadirkan kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan publik.
“Otonomi daerah membuka peluang bagi kepala daerah untuk menghadirkan program-program inovatif. Tapi kewenangan itu harus dijalankan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” kata Tito.
Ia menambahkan, ajang PDA merupakan bentuk penghargaan non-pemerintah kepada daerah yang berkomitmen menghadirkan terobosan.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, program Satu Rumah Satu Sarjana lahir dari tekad membangun Kalteng melalui pendidikan.
“Kami percaya pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan hadirnya minimal satu sarjana di setiap rumah tangga, akan lahir generasi yang lebih cerdas, mandiri, dan siap bersaing,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, penghargaan ini bukan semata pencapaian pemerintah daerah, melainkan hasil kerja sama masyarakat, akademisi, dan semua pihak yang mendukung sektor pendidikan di Kalteng.
Lebih jauh, Agustiar menyebutkan bahwa Pemprov Kalteng terus memperluas program pendidikan, mulai dari beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, peningkatan fasilitas sekolah, hingga digitalisasi layanan pendidikan.
“Komitmen kami jelas, tidak boleh ada anak di Kalimantan Tengah yang tertinggal dalam hal pendidikan,” tegasnya.
Ajang PDA 2025 sendiri mengusung tema “Percepatan Pembangunan Daerah untuk Peningkatan Ekonomi Nasional”dan menghadirkan dewan juri dari kalangan akademisi serta praktisi.
Selain Kalteng, sejumlah daerah lain juga memperoleh penghargaan atas inovasi di sektor berbeda.
(Sya'ban)












