Resmi Ditutup, Mentawa Baru Ketapang Raih Juara Umum MTQ ke-56 Kotim

NARDI/BERITASAMPIT - Wabup Kotim menyerahkan Piala Juara Umum MTQ kepada Camat Mentawa Baru Ketapang.

SAMPIT – Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sukses meraih gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten (Kotim) tahun 2025 yang digelar di Kecamatan Baamang. Pengumuman tersebut disampaikan pada malam penutupan, Rabu 1 Oktober 2025.

Berdasarkan akumulasi penilaian, kecamatan Mentawa Baru Ketapang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dengan 218 poin. Peringkat kedua ditempati Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan 189 poin, disusul Kecamatan Tualan Hulu di posisi ketiga dengan 112 poin.

Tak hanya unggul di MTQ, kecamatan Mentawa Baru Ketapang juga menunjukkan dominasinya di ajang Festival Seni Qasidah (FSQ) dengan meraih total nilai 95 dan dinobatkan sebagai juara umum, serta mengukuhkan konsistensi mereka dalam melahirkan kafilah terbaik di setiap ajang keagamaan tingkat kabupaten.

Wakil Bupati Kotim Irawati saat menutup kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ dan FSQ. Ia menilai selama lima hari kegiatan, dari 27 September hingga 1 Oktober 2025, masyarakat Baamang menunjukkan antusiasme luar biasa.

“Saya mengucapkan selamat kepada para juara. Teruslah berlatih dan tingkatkan prestasi, karena kalian akan membawa nama Kabupaten pada MTQ tingkat Provinsi tahun 2026 di Kabupaten . Tunjukkan bahwa kita mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah,” ucap Irawati.

Lebih lanjut, Irawati menegaskan bahwa MTQ dan FSQ bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah syiar Islam serta pembinaan generasi muda agar mencintai Al Quran dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah.

“MTQ dan FSQ bukan hanya ajang lomba, tetapi sarana syiar Islam. Mari kita jadikan kegiatan ini untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius, cerdas, dan berdaya saing,” tutupnya. (nardi)

baca juga ...  Cegah Karhutla, Ditpolairud Polda Kalteng Sosialisasi Larangan Bakar Lahan di Sukamara
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!