SAMPIT – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Wahito Fajriannoor menyoroti maraknya aksi balapan liar di sejumlah ruas jalan dalam Kota Sampit. Ia menilai, fenomena tersebut harus mampu diatasi oleh pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum.
“Balapan liar harus bisa diminimalisir. Salah satu kuncinya adalah dengan melanjutkan program pembangunan sirkuit agar para pegiat balap punya wadah tersendiri dan tidak lagi menggunakan jalan umum,” kata Wahito, Jumat 17 Oktober 2025.
Aksi balap liar diketahui marak terjadi di Sampit terutama di Jalan Tjilik Riwut kawasan Nur Mentaya saat malam hari, atau di Bumi Raya 1 saat sore hari, Jalan Jaksa Agung Soeprapto, serta titik lainnya yang dinilai sepi dari lalu lintas dengan aspal mulus menjadi daya tarik pelaku balap liar.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah berupaya memberikan tempat latihan di halaman Dinas Perhubungan. Namun, langkah itu belum efektif menekan aksi balapan liar karena tidak semua pelaku merupakan pembalap resmi.
“Anak-anak yang ikut balapan liar itu ada yang bukan atlet, mereka hanya remaja biasa. Jadi perlu pengawasan ekstra juga dari aparat kepolisian agar tidak menimbulkan korban maupun gangguan ketertiban umum,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, solusi jangka panjang adalah menyelesaikan pembangunan sirkuit yang sudah memiliki lahan dan trek.
“Sebenarnya tinggal pengaspalan saja. Dari pada terbengkalai, lebih baik diselesaikan supaya bisa dimanfaatkan dan sekaligus menekan aksi balap liar,” pungkasnya. (nardi)












