SAMPIT – Program makan bersama yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dan pembelajaran gizi sehat bagi siswa Sekolah Rakyat Terpadu 55 di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, justru menuai sorotan tajam. Sejumlah peserta dan orang tua mengeluhkan makanan yang disajikan dinilai tidak higienis bahkan berpotensi membahayakan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks Islamic Center Sampit itu dikritik karena ditemukan lauk ikan yang masih mentah dan bahkan mengeluarkan darah. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian hidangan disebut-sebut terdapat telur lalat yang menempel pada nasi dan lauk pauknya.
“Saat kami makan, lauk ikan yang dihidangkan masih mentah, serta ada pula terdapat telur lalat yang menempel pada makanan. Anak-anak langsung tidak mau makan,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya, Jumat 25 Oktober 2025.
Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa memilih tidak mengonsumsi makanan yang disediakan. Beberapa di antaranya bahkan mengaku merasa mual setelah melihat kondisi hidangan tersebut.
Pihak keluarga berharap agar panitia maupun penyedia konsumsi dapat memperhatikan kualitas dan kebersihan makanan, mengingat kegiatan ini melibatkan anak-anak sekolah dasar yang rentan terhadap gangguan kesehatan.
Sekolah Rakyat di Kotim menerima sebanyak 100 peserta didik. Terdiri dari 50 murid SD dan 50 siswa SMA dan telah memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Selasa (30/9/2025) sebagai tahap awal proses belajar-mengajar.
(Jimmy)












