SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan komunitas memiliki kontribusi besar dalam menjaring kasus Diabetes Melitus (DM). Melalui kegiatan CKG, banyak warga yang sebelumnya tidak menyadari kondisinya kini terdeteksi mengidap diabetes.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menjelaskan bahwa program komunitas tersebut menjadi pelengkap kegiatan skrining Puskesmas.
“CKG menjangkau lokasi dan kelompok masyarakat yang selama ini jarang melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga memungkinkan ditemukannya lebih banyak kasus baru,” kata Umar, Kamis 27 November 2025.
Menurut Umar, kegiatan CKG biasanya dilakukan di lingkungan RT, tempat ibadah, sekolah, pusat keramaian, acara, hingga perkumpulan hobi. Hal ini membuat akses pemeriksaan menjadi lebih dekat dan mudah, terutama bagi warga yang tidak sempat datang ke Puskesmas atau merasa sehat padahal memiliki gejala yang tidak disadari.
Melalui CKG, banyak warga yang kemudian diarahkan untuk melanjutkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan setelah hasil cek awal menunjukkan risiko tinggi. Proses ini membuat pendataan kasus diabetes semakin lengkap serta membantu mempercepat penanganan warga yang sudah masuk kategori risiko. Program tersebut juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tidak menular.
Warga menjadi lebih aktif mengikuti pemeriksaan kesehatan dan lebih peduli terhadap tanda-tanda penyakit seperti mudah haus, cepat lelah, dan penurunan berat badan yang tidak wajar.
Umar menilai bahwa kehadiran CKG sebagai gerakan komunitas sangat efektif dan perlu diperluas ke seluruh kecamatan di Kotim. Menurutnya, sinergi antara fasilitas kesehatan dan masyarakat akan sangat membantu menekan jumlah kasus yang tidak terdeteksi.
Dinas Kesehatan berharap CKG dapat terus berjalan secara rutin agar upaya deteksi dini semakin meluas. Dengan meningkatnya keterlibatan komunitas, angka kasus diabetes di Kotim diharapkan dapat terpantau lebih baik dan langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat. (nardi)












