SAMPIT – Penantian panjang warga Jalan Panglima Hamdan, Desa Telaga Baru, akhirnya berbuah manis. Setelah belasan tahun bergulat dengan listrik bertegangan rendah dan jaringan yang semrawut, pemasangan tiang serta trafo listrik kini resmi terealisasi di awal tahun 2026. Kehadiran infrastruktur kelistrikan ini menjadi titik balik bagi kenyamanan dan keamanan hidup masyarakat setempat.
Selama bertahun-tahun, warga harus menerima kenyataan pahit akibat buruknya suplai listrik. Tegangan kerap anjlok terutama pada malam hari, membuat peralatan elektronik tak berfungsi maksimal. Bahkan kipas angin sering kali tak mampu berputar, sementara televisi dan kulkas menjadi korban rusak akibat voltase yang tidak stabil.
Tak hanya berdampak pada rumah tangga, kondisi ini juga mengganggu aktivitas keagamaan. Pengelola musholla di sepanjang Jalan Panglima Hamdan mengaku kerap dibuat resah setiap kali menggelar kegiatan keagamaan. Saat Peringatan Hari Besar Islam berlangsung, listrik sering turun mendadak, memadamkan lampu dan pengeras suara, sehingga mengusik kekhusyukan jamaah.
Selain persoalan tegangan, kondisi jaringan listrik sebelumnya juga dinilai sangat mengkhawatirkan. Kabel listrik banyak dipasang secara swadaya dengan penyangga tiang kayu seadanya. Tidak terhitung berapa banyak potongan kayu digunakan untuk menopang kabel. Saat kayu mulai rapuh, kabel sering menjuntai ke bawah dan menimbulkan rasa was-was, terutama karena anak-anak kerap bermain di sekitar lokasi. Kekhawatiran akan bahaya tersengat listrik menjadi beban psikologis yang terus menghantui warga.
Tokoh agama setempat, Ustadz Achmad Tauqi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terealisasinya pemasangan tiang dan trafo listrik tersebut.
“Sekarang Alhamdulillah kami bangga atas terlaksananya pemasangan tiang listrik yang memang sejak dulu sangat kami harapkan. Mengingat banyaknya permasalahan kelistrikan, seperti kabel yang tidak tertata di Jalan Panglima Hamdan, seringnya kabel putus tersangkut truk, serta tegangan listrik yang sangat rendah bahkan di bawah 170 volt sehingga merusak alat elektronik seperti televisi dan kulkas. Dengan adanya pemasangan tiang listrik dan trafo induk ini, suplai listrik yang kami harapkan akhirnya bisa digunakan secara maksimal oleh masyarakat. Terima kasih Pak Kades, sukses selalu. Aamiin,” ujarnya.
Tidak hanya berdampak bagi warga, peningkatan suplai listrik di Jalan Panglima Hamdan juga menunjang operasional Kantor Desa Telaga Baru.
Candra, salah satu staf desa, mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan tersebut.
“Syukur Alhamdulillah, di awal tahun 2026 Jalan Panglima Hamdan akhirnya mengalami peningkatan tegangan dan penambahan tiang listrik. Rasanya perjuangan dan doa masyarakat sudah terjawab. Kantor desa kini dapat bekerja lebih maksimal dengan dukungan listrik yang stabil,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Telaga Baru, Firman, menjelaskan bahwa persoalan listrik menjadi salah satu perhatian utamanya sejak awal menjabat.
“Sejak saya dilantik pada tahun 2024, perhatian saya langsung tertuju pada masalah rendahnya tegangan listrik dan belum tersedianya tiang listrik yang layak di Jalan Panglima Hamdan. Bahkan dulu pernah terjadi warga tersengat listrik saat mencari rumput untuk sapi karena ada kabel yang menjuntai hingga ke tanah. Alhamdulillah, insyaAllah kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi ke depannya,” jelasnya.
Dengan terpasangnya tiang dan trafo listrik ini, masyarakat Jalan Panglima Hamdan Desa Telaga Baru berharap kualitas hidup, keamanan, serta aktivitas sosial dan pelayanan pemerintahan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (BS-1)












