PALANGKA RAYA – Infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi keluhan utama masyarakat di Kabupaten Gunung Mas. Hal ini terungkap dalam laporan hasil reses daerah pemilihan (Dapil) I DPRD Kalimantan Tengah yang meliputi wilayah Kecamatan Manuhing, Rungan, Kelurahan Tumbang Talaken, hingga Kelurahan Tehang.
Juru Bicara Reses Dapil I DPRD Kalteng, Agie, mengungkapkan bahwa bidang fisik dan prasarana mendominasi usulan masyarakat. Salah satu poin krusial yang mendesak untuk ditangani adalah konektivitas antar-desa dan perbaikan ruas jalan lintas kabupaten.
“Peningkatan jalan Kuala Kurun-Linau. Saat ini, masih ada kurang lebih 20 kilometer (jalan yang belum tertangani),” ujar Agie saat menyampaikan laporan reses dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, belum lama ini.
Selain ruas Kurun-Linau, Agie memaparkan perlunya perbaikan pada ruas jalan Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun. Perbaikan yang diusulkan meliputi penggantian gorong-gorong menjadi box culvert, penanganan pengaspalan pada titik-titik kerusakan parah (hotspot), serta pembangunan bahu jalan.
Masyarakat juga mengusulkan pengaspalan jalan lintas di beberapa titik strategis, seperti Jalemu Raya-Tumbang Jutuh sepanjang 5 kilometer, jalur Malahol-Tewah, Rabambang-Tumbang Samba, hingga Tajah Antang Raya-Tumbang Malahoi.
“Tidak hanya jalan lintas, perbaikan jalan lingkungan berupa cor beton atau semen di wilayah Tumbang Miri, Kelurahan Tewah, Desa Pajar Harapan, hingga Desa Berengjun juga menjadi prioritas warga,” tambahnya.
Di sektor jembatan dan drainase, DPRD Kalteng mendorong peningkatan Jembatan Sei Huntun dan Sei Gohong, serta pembangunan jembatan penghubung Jakatan Raya – Desa Tumbang Jutuh guna mendukung program strategis nasional. Warga juga meminta pembangunan drainase untuk mencegah longsor, seperti yang terjadi di Tumbang Bunut sepanjang 200 meter.
Selain infrastruktur jalan, laporan reses tersebut mencatat kebutuhan mendesak akan akses energi dan telekomunikasi. Desa Tangki Dahuyan dan Balawan Mulia mengusulkan pemasangan listrik tenaga matahari, sementara Desa Tajah Antang Raya mengharapkan pembangunan menara telekomunikasi (BTS) untuk mengatasi masalah sinyal internet.
(Syauqi)












