Ketua DPRD Kobar Tekankan Kesiapan Seluruh Pemangku Kepentingan Hadapi Potensi Lonjakan Penumpang Arus Mudik Lebaran

IST/BERITASAMPIT - Ketua DPRD Kobar Mulyadin saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H.

PANGKALAN BUN – Ketua DPRD Barat (Kobar) Mulyadin, menekankan pentingnya kesiapan seluruh pemangku kepentingan, dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang, pada arus mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah, lancar dan terkendali.

Hal tersebut disampaikan Mulyadin, saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H, yang digelar Pemerintah Kabupaten Kobar di Aula Kantor Bupati Kobar, Kamis 5 Maret 2026.

Menurutnya, dalam rapat koordinasi tersebut masing-masing instansi terkait, telah memaparkan kesiapan mereka dalam mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran.

“Dari masing-masing pemangku kepentingan, baik serta penyedia jasa transportasi sudah memberikan paparan, terkait kesiapan mereka dalam mengantisipasi lonjakan penumpang arus mudik tahun ini,” kata Mulyadin.

Ia berharap seluruh perencanaan yang telah disusun, dapat berjalan sesuai dengan prediksi yang telah dibuat oleh masing-masing instansi.

“Kalau memang sudah dikaji dan direncanakan, semoga bisa sesuai prediksi sehingga kita bisa membaca langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.

Namun demikian, Mulyadin mengingatkan bahwa setiap tahun selalu ada kemungkinan situasi di lapangan yang tidak sesuai dengan prediksi awal.

“Setiap tahun kita selalu menghadapi hal-hal yang kadang di luar prediksi. Karena itu perlu manajemen risiko apabila terjadi kondisi force majeure atau gangguan lainnya,” tegasnya.

Ia menilai penting bagi seluruh pihak untuk menyiapkan berbagai skenario antisipasi, termasuk rencana cadangan jika terjadi kondisi yang tidak diharapkan.

“Maka perlu ada antisipasi dengan menyiapkan plan A dan plan B. Harapannya tentu semua bisa berjalan sesuai dengan prediksi yang telah dibuat,” ujarnya.

Mulyadin juga menyinggung pengalaman pada tahun sebelumnya, ketika terjadi lonjakan penumpang, namun tidak terantisipasi dengan baik.

Ia mengungkapkan, pada 2025 sempat terjadi lonjakan penumpang yang telah memegang tiket, namun keberangkatan tidak dapat terpenuhi sehingga menimbulkan protes dari calon penumpang.

baca juga ...  Gaya Nyentrik, Tunggangi Motor Trail Sri Lestari Monitoring ke Desa

“Kita tidak ingin kejadian seperti tahun lalu terulang lagi. Saat itu terjadi lonjakan penumpang, mereka sudah memegang tiket, akhirnya terjadi protes dan semua pihak menjadi kelabakan,” ungkapnya.

Menurutnya, perbedaan moda transportasi juga perlu menjadi perhatian dalam pengaturan jadwal keberangkatan jika terjadi lonjakan penumpang.

“Kalau lonjakan penumpang pesawat mungkin masih bisa menunggu satu sampai dua jam diganti dengan pesawat lain. Tapi kalau kapal, waktunya bisa sampai berhari-hari, embuat para pnumpang kesal:, pungkasnya. (man)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!