PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana merekrut kalangan mahasiswa sebagai staf khusus guna memperkuat pembangunan daerah sekaligus mengawasi kebijakan pemerintah.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan mahasiswa yang direkrut nantinya akan dilibatkan dalam fungsi pengawasan terhadap sejumlah program strategis pemerintah daerah.
Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media usai kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama BEM, OKP, dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) kabupaten/kota se-Kota Palangka Raya di Istana Isen Mulang, Minggu, 29 Maret 2026.
“Mahasiswa dilibatkan dalam pengawasan, mungkin nanti kami libatkan di Litbang di bawah Bapperida, nanti bertugas mengawasi Kartu Huma Betang Sejahtera dan sebagainya untuk kebijakan kami membangun Kalteng ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, rencana perekrutan tersebut bukan untuk meredam aksi demonstrasi mahasiswa, melainkan mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan.
“Enggak, saya malah bilang ayo demo, tapi yang penting membangun. Kalau tidak, sia-sia terbuang energinya. Kalau membangun kan bagus, sekaligus memberikan solusinya,” katanya.
Menurut Agustiar, pelibatan mahasiswa penting agar mereka memahami secara langsung mekanisme pemerintahan, termasuk regulasi dan kewenangan yang ada.
“Artinya mahasiswa dilibatkan supaya tahu bahwa di pemerintahan itu ini loh ada regulasi, ada wewenang dan sebagainya, tidak semudah itu yang digambarkan,” ujarnya.
Ia menyebut jumlah mahasiswa yang akan direkrut sebagai staf khusus diperkirakan berkisar antara 17 hingga 25 orang. Bahkan, hingga saat ini posisi staf ahli gubernur di lingkungan Pemprov Kalteng belum terisi.
“17 sampai 25 orang tidak jadi masalah, sampai sekarang Pak Gubernur belum ada loh staf ahlinya, kalau gubernur lain semua ada kan,” katanya.
Agustiar menambahkan, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk generasi muda dari kalangan kampus.
“Enggak begitu saja lah, banyak hal lah. Untuk membangun Kalteng ini tidak bisa sendiri, jadi perlu sama-sama, perlu kebersamaan, mau tua atau muda, apalagi ini di kalangan pemuda dari kampus,” tuturnya.
Ia juga menilai mahasiswa memiliki idealisme yang kuat yang dapat dimanfaatkan untuk mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Anak-anak ini kan kalau di kampus masih idealis. Fungsinya tadi untuk mengawasi kebijakan dan banyak hal,” pungkasnya.
(Sya'ban)












