AMPLAS Lakukan Konsolidasi Jelang RDP di DPRD Kotim Bahas Tuntutan Plasma

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua AMPLAS 119 Kotim Audy Valent.

SAMPIT – Sebanyak 32 koperasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Plasma (AMPLAS 119) melakukan konsolidasi menjelang Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 April 2026 di DPRD (Kotim).

Ketua AMPLAS, Audy Valent, menyampaikan bahwa Aliansi ini berfokus memperjuangkan pemenuhan kewajiban plasma sebesar 20 persen dari total areal inti yang dikelola perusahaan besar perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pengelolaan lahan perkebunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya warga sekitar dan masyarakat Kotim secara umum.

Menindaklanjuti undangan RDP dari DPRD Kotim, AMPLAS kembali menghimpun seluruh anggotanya sebelum pelaksanaan rapat tersebut. Konsolidasi ini dilakukan agar pembahasan dalam RDP tetap terarah dan tidak melebar ke persoalan lain.

“Kami akan melakukan rapat konsolidasi bersama seluruh ketua koperasi beserta jajarannya sebelum RDP dilaksanakan. Tujuannya agar saat rapat nanti pembahasan lebih fokus dan tidak melebar,” ujar Audy, Minggu 5 April 2026.

Ia juga menyebutkan, seluruh 32 koperasi plasma yang tergabung dalam AMPLAS 119 telah menyatakan kesiapan untuk menghadiri RDP yang akan digelar pada Senin besok.

Rapat konsolidasi dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam, dengan dihadiri seluruh anggota dan pengurus koperasi yang tergabung dalam AMPLAS 119.

“Rapat ini untuk memberikan arahan kepada seluruh anggota sebelum pelaksanaan RDP,” tambahnya.

Melalui RDP tersebut, AMPLAS 119 berharap dapat menghasilkan keputusan yang mendorong seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi kewajiban plasma 20 persen di dalam inti, sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap dalam RDP nanti tidak ada satu pun perusahaan perkebunan yang menolak kewajiban pelaksanaan plasma 20 persen di dalam inti,” pungkas Audy. (Nardi)

baca juga ...  Polisi Dalami Kematian Jaka di Desa Bajarum, Enam Saksi Diperiksa
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!