Pemkab Kotim Sidak Harga Bahan Pokok, Plastik Jadi Keluhan Utama Pedagang

NARDI/BERITASAMPIT - Sidak Pangan digelar Pemkab Kotim bersama instansi gabungan di Pasar PPM Sampit.

SAMPIT (Kotim) bersama unsur forkopimda melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar PPM Sampit dan Pasar Keramat, Jumat 10 April 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, dengan melibatkan Bulog, dinas terkait, Satgas Pangan, serta pihak kecamatan.

Rafiq menyampaikan, sidak ini bertujuan untuk memantau ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di wilayah Sampit.

“Kegiatan kita hari ini untuk melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di Kotim, khususnya di Kota Sampit. Ini bagian dari upaya kita menjaga stabilitas inflasi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, selain memastikan ketersediaan, kegiatan ini juga untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, forkopimda, dan pelaku usaha agar harga dan pasokan tetap seimbang.

“Kita berharap ada sinergisitas antara pemerintah, forkopimda, dan pelaku usaha, supaya harga tetap stabil dan pasokan terjaga,” tambahnya.

Dari hasil pantauan di dua pasar tersebut, Rafiq mengungkapkan bahwa komoditas yang paling dikeluhkan pedagang adalah harga plastik yang mengalami kenaikan signifikan.

“Harga plastik ini naik karena pasokan dari Pulau Jawa, ditambah biaya ekspedisi yang ikut meningkat,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai kenaikan harga plastik tidak terlalu berpengaruh besar terhadap inflasi karena bukan termasuk kebutuhan pokok utama.

“Kalau plastik ini bukan barang konsumsi primer, jadi pengaruhnya terhadap inflasi tidak sebesar sembako,” katanya.

Selain plastik, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan, seperti daging sapi yang sempat mencapai Rp180 ribu per kilogram saat menjelang Lebaran, dan kini turun menjadi Rp160 ribu.

Sementara itu, harga beras jenis siam epang juga mengalami kenaikan tipis dari Rp18 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram, dipengaruhi kondisi musim dan pola tanam petani.

baca juga ...  Panen Perdana Jagung Komposit Hasilkan 5,9 Ton Per Hektar

“Untuk bawang merah mulai turun, dari Rp48 ribu sekarang sekitar Rp45 ribu, bahkan di tingkat agen bisa Rp38 ribu sampai Rp40 ribu,” ungkapnya.

Menanggapi kenaikan sejumlah komoditas, Pemkab Kotim menyiapkan langkah jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat, salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah.

“Langkah paling cepat yang kita lakukan adalah pasar murah. Ke depan, kita juga akan rumuskan terobosan lain, termasuk kemungkinan melibatkan BUMD untuk menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” jelas Rafiq.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna menekan kenaikan harga dan menjaga stabilitas pasar.

“Kita upayakan inflasi tetap terkendali dan harga-harga tetap bisa dijangkau masyarakat,” tandasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!