DPRD Soroti Kualitas Aspal Bundaran III, Dinilai Jauh dari Harapan

AHMAD/BERITASAMPIT - Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saat cek lapangan kondisi jalan di Bundaran III Kuala pembuang.

KUALA PEMBUANG – Kinerja pembangunan infrastruktur kembali menjadi sorotan. Kali ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyoroti pengerjaan aspal di Bundaran III Kuala Pembuang yang dinilai tidak maksimal dan terkesan dikerjakan tanpa perencanaan matang.

Melalui Tim Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, DPRD terus mendalami pelaksanaan berbagai program pemerintah daerah. Dalam rapat yang digelar di ruang serbaguna , sejumlah temuan mencuat, salah satunya terkait kualitas pengerjaan Bundaran III.

Rapat tersebut dipimpin Ketua , Zuli Eko Prasetyo, didampingi Wakil Ketua I, Harsandi. Dalam forum itu, anggota Pansus secara tegas mempertanyakan hasil pekerjaan proyek yang menyedot anggaran sekitar Rp4,9 miliar tersebut.

Anggota Pansus, Bejo Riyanto, mengungkapkan kejanggalan pada hasil pengerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran. Ia menilai kondisi aspal terlihat tidak rata dan kurang rapi, sehingga memunculkan dugaan pengerjaan dilakukan secara asal-asalan.

Hal senada juga disampaikan Ketua , Zuli Eko Prasetyo. Ia menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur harus melalui perencanaan yang matang, termasuk memperhatikan aspek teknis seperti kemiringan jalan dan kerapian hasil akhir.

Sementara itu, Wakil Ketua I , Harsandi, menilai secara kasat mata kualitas pekerjaan tersebut memang kurang memuaskan. Ia bahkan menyebut kontraktor pelaksana perlu diberikan teguran tegas.

“Ini akan menjadi catatan penting dan kami masukkan dalam rekomendasi Pansus LKPJ Tahun 2025,” tegasnya.

Lebih lanjut, Harsandi menekankan bahwa pembangunan bundaran seharusnya dirancang melalui konsep yang jelas, bahkan jika perlu melalui sayembara desain agar hasilnya lebih optimal, efisien, dan fungsional. Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan masterplan sebagai acuan pembangunan jangka panjang.

“Perencanaan harusnya lebih baik jangan terkesan asal-asalan dan wajib membuat masterplan untuk membangun,” pungkasnya.

(ASY)

baca juga ...  Terbang ke Pontianak, Legislator Seruyan Beri Dukungan Langsung untuk Josepha Alexandra
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!