SAMPIT – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Baamang kembali menggelar Pawai Obor XIII dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan digelar malam takbiran tersebut akan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi di Kecamatan Baamang.
Pawai obor dijadwalkan dilepas langsung oleh Plt Camat Baamang, Yudi Apruanur. Hingga saat ini antusiasme peserta cukup tinggi dengan puluhan kelompok telah mendaftarkan diri kepada panitia penyelenggara.
Ketua Panitia Pelaksana, Saidi Mujtahid Natagama, menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah terdapat 20 peserta yang terdaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Sudah ada 20 peserta yang mendaftar kepada panitia. Pendaftaran masih kami buka sampai 26 Mei 2026 di Sekretariat Kwarran Baamang, Jalan Mandumai,” ujarnya, Minggu 24 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Baamang Dadang Siswanto, mengatakan pawai obor merupakan tradisi yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat dan identik dengan perayaan hari-hari besar keagamaan Islam.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar arak-arakan membawa obor menyala, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol cahaya, pengetahuan, dan petunjuk bagi kehidupan masyarakat.
“Api yang menyala dari obor dimaknai sebagai simbol penerangan, pengetahuan, dan petunjuk. Dalam konteks keagamaan, kegiatan ini juga melambangkan harapan agar diberikan keberkahan serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Dadang yang juga Ketua Komisi III DPRD Kotim ini.
Ia menambahkan, pawai obor selama ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarwarga. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi media syiar Islam yang dikemas secara menarik dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Pawai obor juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kekompakan, memperkuat kebersamaan, sekaligus media dakwah yang menyenangkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Melalui Pawai Obor Kita Lestarikan Tradisi Masyarakat sebagai Wisata Religi.”
Tema tersebut diharapkan dapat mendorong pelestarian budaya religius yang telah tumbuh di tengah masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis keagamaan di Kecamatan Baamang.
Panitia mengajak seluruh masyarakat, sekolah, organisasi kepemudaan, majelis taklim, serta komunitas lainnya untuk ikut berpartisipasi memeriahkan Pawai Obor XIII dan bersama-sama menjaga tradisi yang sarat nilai keagamaan serta kebersamaan tersebut. (Nardi)












