PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengelolaan sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Tengah, Joni Harta, mengatakan pengelolaan sampah yang baik menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Pasalnya, persoalan sampah telah menjadi permasalahan yang menumpuk selama bertahun-tahun dan memerlukan penanganan berkelanjutan.
“Sesuai dengan misi Presiden, kita harus mengelola sampah dengan baik. Ini merupakan salah satu sumber permasalahan yang telah menumpuk sejak lama, sehingga masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan,” ucapnya pada kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu 6 Juni 2026.
Dalam kegiatan aksi bersih lingkungan yang dilaksanakan, kawasan Pasar Kahayan menjadi salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan. Para peserta dibagi ke sejumlah titik untuk melakukan pembersihan dan pengumpulan sampah.
“Setelah dikumpulkan, seluruh sampah akan dibawa kembali ke titik pengumpulan untuk ditimbang. Data hasil penimbangan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan laporan terkait kondisi dan volume sampah yang berhasil dikumpulkan,” tambahnya.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kalimantan Tengah memerlukan perhatian serius serta penanganan yang terintegrasi dari berbagai pihak.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Hasil yang diperoleh nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan laporan dalam mendukung upaya penanganan sampah yang lebih baik di Kalimantan Tengah,” ungkapnya. (yud)












