SAMPIT – Musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan tidak hanya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan berkurangnya ketersediaan air dapat memengaruhi produktivitas lahan pertanian, terutama di wilayah selatan yang menjadi salah satu kawasan penyangga produksi pangan.
Menurutnya, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.
“Kalau musim kemarau berlangsung lebih lama, tentu sektor pertanian juga harus menjadi perhatian karena kebutuhan air untuk lahan pertanian akan semakin meningkat,” katanya, Rabu 15 Juli 2026.
Ia menambahkan, selain menyiapkan langkah antisipasi karhutla, pemerintah juga akan terus mengawasi dampak kekeringan terhadap masyarakat maupun sektor pertanian agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Terlebih sudah ada empat desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah.
Keempat desa tersebut adalah Desa Kuin Permai, Desa Lampuyang, Desa Regei Lestari, dan Desa Jaya Karet. Menurutnya, masyarakat di desa–desa tersebut mulai kesulitan memperoleh air yang layak untuk kebutuhan sehari-hari. (Nardi)












