PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah terus diintensifkan melalui operasi pengendalian yang melibatkan unsur Satgas Udara dan Satgas Darat, Senin 3 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengatakan, penanganan Karhutla dilaksanakan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Setiap unsur Satgas menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing dengan tetap melaporkan perkembangan situasi di lapangan secara berkala.
“Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari dukungan helikopter hingga regu pemadam di darat. Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan operasi, Satgas Udara mengerahkan empat regu yang bertugas melaksanakan patroli udara, pemantauan titik panas (hotspot), pengintaian kondisi lapangan, serta memberikan dukungan pemadaman apabila diperlukan. Pemantauan udara menjadi salah satu strategi utama dalam menentukan prioritas penanganan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Dukungan operasi udara memiliki peran penting untuk memperoleh gambaran kondisi terkini di lapangan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah. Informasi hasil patroli udara menjadi dasar dalam mengarahkan pengerahan personel maupun peralatan di lapangan,” lanjutnya.
Unsur Satgas Pemadam Udara terdiri atas dua unit patroli udara, yakni Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU yang bertugas memantau wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan koordinasi Tim Perencana dan permintaan Satgas Darat.
“Selain itu, dua helikopter water bombing, yaitu SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU, disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman apabila terjadi kondisi darurat,” tuturnya.
Di sisi lain, Satgas Darat mengerahkan 17 regu dalam operasi penanganan Karhutla. Sebanyak 13 regu ditempatkan di wilayah Tumbang Nusa untuk melaksanakan pemadaman, pendinginan, patroli, serta pencegahan meluasnya api, sedangkan empat regu lainnya berada di Pos Komando sebagai tim siaga, cadangan, dan pendukung operasional.
“Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, terdeteksi sebanyak 125 hotspot di wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan pengamatan periode 2 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB,” urainya.
Kondisi cuaca pada pagi hari umumnya cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 8–16 km/jam serta jarak pandang mencapai 8–10 kilometer.
Hasil pemantauan hotspot, patroli udara, serta verifikasi melalui sistem Sipongi dan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan kondisi Karhutla di Kalimantan Tengah secara umum masih terkendali.
“Sebagian besar titik panas yang terdeteksi telah diverifikasi dan dinyatakan aman atau HS Target Clear, di antaranya berada di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, serta Bukit Santuai, Antang Kalang, dan Parenggean di Kabupaten Kotawaringin Timur,” bebernya.
Meski demikian, Satgas masih memberikan perhatian khusus pada sejumlah lokasi yang memerlukan penanganan lanjutan, seperti Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan yang masih ditemukan asap sisa terbakar, Paju Epat dan Paku di Kabupaten Barito Timur, serta Manuhing di Kabupaten Gunung Mas. Aktivitas pembukaan lahan di beberapa wilayah juga terus dipantau untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran.
“Di Kabupaten Pulang Pisau, tim gabungan melaksanakan pemadaman di wilayah Tanjung Taruna menggunakan tiga unit pompa besar, satu pompa jinjing, serta jaringan selang dengan sumber air dari embung menuju portable tank,” lanjutnya.
Tim berhasil mengendalikan kebakaran pada lahan gambut seluas sekitar 0,4 hektare yang ditumbuhi semak belukar dan pakis, kemudian dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan untuk menghilangkan sisa titik api.
“Meskipun akses menuju lokasi cukup sulit, ketersediaan air mendukung kelancaran operasi hingga seluruh personel kembali ke Posko Dalkarhutla pada sore hari,” tambahnya.
Upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui keterlibatan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Bereng Bengkel yang melaksanakan patroli rutin di lahan gambut, pengecekan sumber air, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar beserta ancaman sanksi pidananya.
“Pada sore hari, dua regu turut melaksanakan siaran keliling di wilayah Jalan Nagasari dan Kelurahan Petuk Ketimpun dengan membagikan leaflet, brosur, dan masker serta mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Satgas Pengendalian Karhutla menegaskan akan terus mengoptimalkan patroli udara, patroli darat, serta koordinasi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah.
“Operasi gabungan dari berbagai unsur, meliputi BPBPK, pemadam kebakaran, Dinas Kehutanan, Tim Serbu Api Kalimantan (TSAK), TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Posko Krisis Karhutla,” ungkapnya. (yud)












