PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya hingga 30 Juli 2026 belum mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan hingga saat ini Dinas Kesehatan masih terus memantau perkembangan kasus ISPA di wilayah Kota Cantik.
“Sampai saat ini, kami belum menerima laporan terkait peningkatan kasus ISPA. Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain pemantauan, Pemkot Palangka Raya juga terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dasar dan taman kanak-kanak.
“Kami juga terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat, khusus untuk sekolah dasar dan taman kanak-kanak,” katanya.
Fairid menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan surat edaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah.
“Kami sudah mengeluarkan surat edaran. Pelaksanaan kebijakan diserahkan kepada kepala sekolah berdasarkan kondisi di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepala sekolah diminta aktif memantau indikator yang telah ditetapkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Kami sudah memberikan sejumlah indikator kepada kepala sekolah. Mereka harus melihat dan memantau indikator tersebut setiap saat,” tegasnya.
Menurut Fairid, surat edaran tersebut telah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan kepada seluruh kepala sekolah di Palangka Raya.
“Kepala sekolah harus memperhatikan indikator yang telah disiapkan. Mereka harus peka dan terus memantau perkembangan situasi,” pungkasnya.
(Sya'ban)












