Komunitas Peduli Kotim Tuding Pertamina Tutup Mata, Pelangsir Kuasai SPBU Tanpa Tindakan

IST/BERITASAMPIT - Antrean di salah satu SPBU di Kotim.

SAMPIT — Komunitas Peduli Timur (Kotim) menuding Pertamina tutup mata terhadap masifnya aktivitas pelangsir yang dinilai semakin menguasai sejumlah SPBU di Sampit.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena aktivitas pelangsiran dinilai turut menyebabkan antrean panjang BBM yang kembali terjadi di sejumlah SPBU dan dikeluhkan masyarakat.

Ketua Komunitas Peduli Kotim Audy Valent mempertanyakan sikap Pertamina yang dinilai belum mengambil tindakan tegas terhadap SPBU yang diduga membiarkan praktik pelangsiran berlangsung berulang.

“Pertamina memiliki kewenangan mengawasi SPBU yang menjadi mitra bisnis atau jaringan distribusinya melalui pemberian sanksi, audit, dan pemutusan hubungan kerja,” ujarnya, Minggu 16 Agustus 2026.

Menurutnya, selama ini langkah Pertamina yang terlihat lebih banyak sebatas melakukan audit. Sementara praktik pelangsiran masih terus ditemukan di lapangan.

“Selama ini kita lihat yang dilakukan Pertamina hanya audit saja. Yang jadi pertanyaan, ada apa Pertamina tidak punya nyali melakukan tindakan terhadap SPBU yang menyalahi sistem pendistribusian,” katanya.

Ia juga mempertanyakan alasan Pertamina yang kerap mengarahkan persoalan pelangsiran kepada aparat, sementara sebagai pihak yang memiliki jaringan SPBU, Pertamina dinilai juga memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada SPBU yang terbukti melanggar ketentuan.

“Kita jadi curiga, jangan ada dugaan kartu AS oknum yang dipegang pengusaha SPBU hingga tidak berani melakukan tindakan tegas,” tegasnya.

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi Berita Sampit terkait persoalan pelangsir, pihak Pertamina menyebut penindakan terhadap pelangsiran juga menjadi ranah aparat yang memiliki kewenangan.

Di lapangan, antrean panjang kembali muncul di sejumlah SPBU di Sampit. Kondisi ini semakin dikeluhkan masyarakat karena adanya kendaraan yang dinilai berulang kali melakukan pengisian BBM.

Seorang warga Baamang Zulkifli mengaku aktivitas pelangsir yang semakin banyak menjamur didalam kota membuat antrean di SPBU tidak kunjung terurai.

“Bolak-balik masuk SPBU ini yang membuat antrean terus panjang. Sejumlah mobil setiap hari mengisi Pertalite. Masa polisi diam dengan masalah seperti ini,” keluh warga tersebut.

Ia menyebutkan hingga ibu rumah tangga terlihat lebih memiliki melangsir yang memiliki keuntungan sangat besar.

Masyarakat berharap Pertamina bersama aparat terkait memperketat pengawasan dan mengambil tindakan terhadap praktik pelangsiran agar distribusi BBM bersubsidi tidak terus terganggu dan masyarakat umum tidak menjadi pihak yang dirugikan. (Nardi)

baca juga ...  Tiga Kali Tunda Putusan, Ratusan Warga Kepung Pengadilan Negeri Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!