SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meninjau Posko Karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Selasa 18 Agustus 2026.
Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kotim masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang belum dapat digunakan untuk mendukung operasional di lapangan.
Dalam peninjauan itu, Halikinnor menerima laporan mengenai berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi petugas. Salah satunya terkait proses pencairan dana BTT yang dibutuhkan untuk menunjang penanganan Karhutla.
Mengetahui hal tersebut, Halikinnor langsung menghubungi pihak terkait melalui telepon dan meminta agar proses pencairan dapat segera diselesaikan.
Selain persoalan anggaran, kondisi petugas di lapangan juga menjadi perhatian. Tingginya aktivitas penanganan Karhutla membuat personel harus bekerja dalam kondisi yang cukup menguras tenaga.
Halikinnor meminta kebutuhan dasar dan asupan energi petugas diperhatikan selama menjalankan tugas, minuman yang manis tidak hanya air putih.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, belum dapat digunakannya dana BTT mulai berpengaruh terhadap operasional penanganan Karhutla. Namun, BPBD masih berupaya menjaga kegiatan tetap berjalan dengan memanfaatkan kerja sama pembayaran dengan pihak penyedia.
“BTT sementara kami ini masih bisa berutang dengan penyedia. Karena kami pembeliannya juga pembayarannya pasti per minggu, tergantung penyedianya mampu bertahan untuk pembiayaannya, untuk operasional dia berapa,” kata Multazam.
Ia menyebut, tagihan kepada sejumlah penyedia sudah mulai menumpuk. BPBD meminta pihak penyedia memberikan kelonggaran waktu sembari pemerintah daerah menyelesaikan proses pencairan anggaran.
“Ini sudah banyak tagihan sebenarnya. Cuma ya kita minta tolong untuk di-delay dulu sebentar, kami sambil mengurus,” ungkapnya.
Menurut Multazam, percepatan pencairan BTT diperlukan karena penanganan Karhutla masih berlangsung dan kebutuhan operasional terus bertambah. Kebutuhan tersebut mencakup logistik hingga pemeliharaan kendaraan yang digunakan untuk menjangkau titik kebakaran.
Ia mengatakan, Bupati Kotim telah memberikan instruksi agar pencairan dana tersebut dipercepat sehingga BPBD dapat segera menyelesaikan kewajiban kepada penyedia.
“Pak Bupati sudah perintahkan untuk disegerakan agar kami bisa membayar dengan menggunakan cashless,” ujarnya. (Nardi)











