SUKAMARA – Ketua KPU Sukamara Abdul Kadir mengatakan bahwa untuk pelantikan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukamara terpilih yaitu Masduki – Nur Effendi masih menunggu kepastian terkait dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah terpilih.
Hal itu lantaran yang akan melantik bupati dan wakil bupati terpilih adalah Gubernur Kalteng terpilih yang telah dilantik oleh Presiden Republik Indonesia.
“Kalau untuk pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih yang dijadwalkan KPU RI itu pada 7 Februari sedangkan untuk pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih pada tanggal 10 Februari 2025,” kata Abdul Kadir usai dapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukamara terpilih pada pilkada serentak 2024 di Aula BPG Sukamara Kamis 9 Januari 2025.
Untuk diketahui bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilakukan oleh gubernur terpilih atas nama Menteri Dalam Negeri, namun adanya arahan dari Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa pelaksanaan pelantikan baik gubernur terpilih maupun bupati/walikota terpilih dilaksanakan serentak pada Maret 2025.
“Arahan dari MK itu mereka ingin pelantikan dilaksanakan serentak di Bulan Maret,” ucap Abdul Kadir.
Sebagaimana diketahui, bahwa untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng terjadi sengketa PHP dimana pada tanggal 9 hingga 10 Februari 2025 dijadwalkan sidang untuk sengketa pilkada tersebut di Mahkamah Konstitusi.
“Untuk Kalimantan Tengah masih menunggu hasil dari sengketa pilkada gubernur, apa pelantikan di Februari atau Maret,” kata Abdul Kadir.
Abdul Kadir berharap setelah proses penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukamara terpilih agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas dan keamanan wilayah hingga pelantikan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukamara terpilih.
“Pada masa ini harapan kami kepada masyarakat Sukamara itu adalah sudah mulai meninggalkan aroma kompetisi sisa-sisa pilkada kemarin, tidak ada lagi 01 atau 02 yang ada hanya masyarakat Sukamara yang menginginkan kemajuan dan melanjutkan pembangunan bersama pimpinan yang sudah masyarakat tentukan sendiri,” tukas Abdul Kadir.
(enn)












