Kotim Belum Raih Adipura Sejak 2015, DLH Kalteng Targetkan Lebih Banyak Penerima

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng, Noor Halim, diwawancari awak media usai membuka FGD Persiapan Penyusunan Safeguard REDD+ di Hotel Luwansa, , Kamis 23 Januari 2025.

– Kabupaten (Kotim) belum pernah lagi meraih Penghargaan Adipura sejak terakhir kali pada tahun 2012, 2013, dan 2014.

Setelah itu, penghargaan bergengsi di bidang kebersihan lingkungan tersebut tidak lagi diterima oleh Kotim.

Pada tahun 2024, hanya tiga daerah di Provinsi (Kalteng) yang berhasil meraih Adipura, yaitu Kabupaten , Barat (Kobar), dan Kota .

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng, Noor Halim, mengungkapkan bahwa salah satu faktor penilaian utama untuk mendapatkan penghargaan Adipura adalah pengelolaan sampah yang baik. Pada tahun 2024, hanya tiga kabupaten/kota di Kalteng yang berhasil memenuhi kriteria tersebut.

“Harapan kita ke depan bukan hanya tiga kabupaten itu, mudah-mudahan sebagian besar atau bahkan semua kabupaten/kota di Kalteng dapat meraih penghargaan ini,” ujar Halim kepada awak media usai membuka Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Penyusunan Safeguard REDD+ di Hotel Luwansa, , Kamis 23 Januari 2025.

Halim menambahkan bahwa untuk mencapai target tersebut, pihaknya mendorong setiap kabupaten/kota untuk lebih serius dalam penanganan sampah.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan dana REDD+ yang telah disalurkan, yang juga akan digunakan untuk mendukung 15 /kelurahan yang menjadi pilot project pengelolaan sampah.

Program ini mendapat dukungan dana sebesar USD 5 juta dari pemerintah pusat, atau setara dengan Rp 80 miliar, yang akan digunakan selama tiga tahun, dari 2024 hingga 2026.

Ke-15 dan kelurahan yang menjadi kampung iklim ini meliputi Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya; Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau; dan Kelurahan Kalampangan di Kota .

lainnya adalah Pararapak dan Sanggu di Kabupaten , Bagok di , Trahean di , Bapeang di , Pandu Sanjaya di Barat, dan Gandang Barat di .

baca juga ...  FBIM 2026 Jadi Wadah Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Selain itu, Hiyang Bana di , Sungai Pasir di , Bumi Agung di , Muara Untu di , serta Tumbang Mangkutub di juga terpilih.

“Dengan dana REDD+ ini, kami dorong 15 /kelurahan yang menjadi pilot project untuk menjadi pionir dalam penanganan sampah di lapangan,” kata Halim.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!