PALANGKA RAYA – Pada Januari 2025, beberapa komoditas pangan seperti cabai merah, daging ayam ras, dan minyak goreng menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi.
Harga cabai merah tercatat naik 34,55 persen dibandingkan Desember 2024, sementara harga telur ayam ras naik 3,41 persen.
Kenaikan ini terjadi karena harga komoditas tersebut berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi nasional sepanjang 2024 berada di angka 1,57 persen secara tahunan (YoY), yang merupakan tingkat terendah dalam lima tahun terakhir.
Sementara itu, Kalimantan Tengah (Kalteng) menempati urutan keenam terendah dalam daftar inflasi nasional dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 2,96 persen.
Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran, menilai bahwa pengendalian inflasi di Kalteng berjalan cukup baik.
Namun, tetap diperlukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas pangan.
“Kita harus menjaga agar daya beli masyarakat tetap ada sehingga inflasi kita itu stabil. Kita harus jadi produsen, jangan jadi konsumen,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis 30 Januari 2025.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan menekan laju inflasi daerah, Gubernur mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif seperti cabai.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan berbasis rumah tangga dapat menjadi solusi dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar.
(Sya'ban)












