Banjir Kian Parah! Empat Kabupaten di Kalteng Masih Terendam, Setinggi Pinggang

– Musim hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga Minggu, 20 April 2025, banjir masih mengepung empat kabupaten di , memaksa ribuan warga hidup dalam kondisi siaga tinggi.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng mengungkapkan bahwa Kabupaten , , , dan masih dilanda banjir dengan intensitas berbeda.

Yang paling mencemaskan, menjadi wilayah dengan dampak terparah. Sementara itu, di , ketinggian air telah mencapai pinggang orang dewasa, membuat aktivitas warga lumpuh total.

“Tinggi muka air di sempat lebih dari tujuh meter,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, saat dikonfirmasi, Minggu siang.

Di , ketinggian air berada di kisaran 50 hingga 150 sentimeter. Sejumlah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan warga berjalan menerjang air setinggi pinggang orang dewasa.

Meski belum menyalurkan bantuan logistik ke daerah terdampak, BPBD Provinsi Kalteng menyatakan tetap melakukan pemantauan ketat.

“Penanganan sementara masih bisa dilakukan oleh BPBD kabupaten masing-masing,” ujar Alpius.

Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPB-PK Kalteng per Sabtu, 19 April 2025, sebanyak 69.009 jiwa terdampak banjir, baru dari dua kabupaten: dan .

Sementara jumlah warga terdampak di dan masih dalam proses pendataan.

Secara keseluruhan, banjir telah melanda 23 kecamatan dan 142 di sejak awal tahun ini. “Total kejadian banjir sepanjang 2025 sudah mencapai 24 kali,” kata Alpius.

Dari 14 kabupaten/kota di provinsi ini, hanya tiga daerah yang belum tercatat mengalami banjir: , , dan . Namun, risiko bencana masih tinggi.

baca juga ...  Kalteng Dorong Pariwisata sebagai Pilar Baru Ekonomi Daerah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan melanda sebagian besar wilayah Kalteng dalam rentang waktu 20–22 April 2025.

Hujan juga berpotensi disertai angin kencang. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan seperti banjir susulan dan tanah longsor.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!