SAMPIT – Sorak sorai kemenangan menggema di lapangan mini soccer saat tim dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kotawaringin Timur (Kotim) tampil luar biasa di final turnamen tingkat SD sederajat, Rabu (23/4/2025). Tak hanya menyabet gelar juara pertama, mereka juga memboyong predikat top skor berkat penampilan memukau sang bintang, Muhammad Rifky Arrasyid.
Dalam pertandingan final yang berlangsung seru dan penuh semangat, MIN 1 Kotim berhasil menaklukkan SDN 7 Pelangsian dengan skor telak 4-0. Rifky, yang mengenakan nomor punggung 10, mencetak hat-trick gemilang, membawa total golnya menjadi 7 sepanjang turnamen prestasi yang membuatnya dinobatkan sebagai top skor.
Rifky yang saat ini duduk di kelas 6 mengaku tidak menyangka bisa meraih gelar tersebut. “Saya nggak nyangka bisa jadi top skor. Soalnya saya nggak terlalu rutin latihan,” ujarnya.
Meski begitu, Rifky tetap tampil percaya diri di lapangan dan menunjukkan kemampuannya sebagai penyerang tajam. Ia juga menyampaikan harapan dan dukungannya untuk tim SMP yang akan ia tuju setelah lulus yaitu SMP Negeri 2 Sampit
“Saya dukung SMP Negeri 2 Sampit,” saat ditanya siapa yang akan menang nantinya di laga mini soccer final SMP Negeri 2 bertemu SMP Negeri 3 Sampit.
Pelatih MIN 1 Kotim, M Iqbal Batubara, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian maksimal anak asuhnya.
Ia mengatakan, keberhasilan ini menjadi buah dari kerja keras dan semangat juang para pemain, meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang terbatas karena bertepatan dengan bulan Ramadan dan persiapan ujian kelas 6.
“Alhamdulillah, tim kami bisa meraih juara meski waktu latihan terbatas. Anak-anak tetap semangat,” kata Iqbal.
Iqbal berharap turnamen semacam ini terus rutin diselenggarakan sebagai wadah pembinaan atlet usia dini. Karena selama ini minim agenda turnamen yang membuat anak-anak kurang semangat dalam berlatih.
Ia menekankan pentingnya membangun fondasi kuat sejak usia SD, agar ke depan bisa melahirkan pemain lokal berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Sekarang Timnas banyak dihuni pemain keturunan, tapi kita juga harus menyiapkan bibit unggul dari daerah. Pembinaan berjenjang sejak SD, SMP hingga SMA sangat penting untuk mencetak atlet masa depan,” tambahnya.
(Nardi)












