SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mendampingi tim perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia dalam peninjauan lokasi rencana pendirian Sekolah Perintis di Kompleks Islamic Center, Jalan Jenderal Sudirman KM 3,5 Sampit, Jumat 27 Juni 2025.
Kunjungan ini merupakan bagian dari proses verifikasi kelayakan lokasi sebagai sekolah perintis yang nantinya menjadi Sekolah Rakyat akan diusulkan Pemerintah Kabupaten Kotim kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan lokasi yang disiapkan sesuai arahan Bupati, yakni sekolah perintis sebagai syarat untuk mendirikan Sekolah Rakyat, tingkat SLTA di Kompleks Islamic Center. Kemensos meminta data yang akurat dari para pendamping PKH, karena ini bukan program yang asal-asalan. Semua berbasis data yang terverifikasi,” jelas Irawati.
Ia menambahkan, Presiden RI Prabowo Subianto dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga upaya pemutusan mata rantai kemiskinan melalui dukungan bagi keluarga siswa.
Bantuan akan berbentuk kegiatan, pelatihan, dan barang, bukan uang tunai. Bahkan, rumah keluarga siswa yang memiliki legalitas seperti SHM atau SKT bisa mendapat program bedah rumah.
Irawati menyampaikan dari perbincangan dengan perwakilan Kementerian PU, lokasi yang ditinjau secara umum dinilai layak. Meski ada beberapa bagian yang perlu perbaikan ringan seperti toilet atau atap bocor, hal tersebut dianggap wajar.
Namun hasil cek lapangan dari tim Kementrian nantinya akan dirapatkan terlebih dahulu bersama lintas kementrian terkait program Sekolah Rakyat ini.
“Mereka bahkan menilai Kotim sebagai salah satu daerah terbaik untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat ini,” ujar Irawati.
Rencananya, proses belajar mengajar di sekolah perintis ini akan dimulai pada 14 Juli 2025 sama dengan kalender pendidikan.
Perbaikan fasilitas akan ditangani langsung oleh Kementerian PU. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi dan menyiapkan sarana pendukung
Selain Kotim, Kabupaten Gunung Mas juga sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Namun, Gunung Mas difokuskan untuk jenjang SMP, sementara Kotim disiapkan untuk tingkat SLTA.
Fasilitas yang tersedia di sekolah perintis nantinya seperti ruang kelas, ruang guru, kepala sekolah, perpustakaan, kemudian asrama putra dan asrama putri, serta dapur umum.
Irawati menjelaskan, pendataan calon peserta didik sudah mulai dilakukan dengan dasar data NIK dan KTP keluarga. Program ini menyasar anak-anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu, yang bersedia mengikuti pendidikan berasrama hingga selesai.
Kuota yang disiapkan sebanyak 100 siswa sesuai dengan kriteria dan akan dibagi dalam empat rombongan belajar. (nardi)












