KUALA KAPUAS – Komitmen pemerataan pembangunan di seluruh desa kembali ditegaskan Bupati Kapuas, H. M. Wiyatno. Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Pujon, ia memastikan kebijakan alokasi anggaran Rp1 miliar per tahun untuk setiap desa dan kelurahan di luar Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) akan terus berjalan hingga 2026, sebagai salah satu program prioritas pemerintahannya.
Bupati menegaskan, jika anggaran itu dimanfaatkan secara tepat, desa akan tertata rapi dalam lima tahun.
“Total Rp5 miliar per desa selama satu periode cukup untuk membenahi jalan, sarana prasarana, dan kebutuhan vital lainnya. Prioritas kita di tahun-tahun awal tetap pada perbaikan infrastruktur,” ujarnya, Jumat 8 Agustus 2025.
Di Kecamatan Pujon, Bupati juga memaparkan rencana pembangunan strategis, termasuk peningkatan jalan menuju rumah sakit serta pembangunan bundaran baru yang akan dijadikan ikon daerah. Ia mengajak tokoh adat terlibat dalam penentuan nama dan desain bundaran, bahkan menyediakan hadiah bagi ide terbaik.
Selain itu, dialog dengan para kepala desa membahas sinkronisasi pembangunan lintas sektor dari APBD kabupaten, provinsi, hingga pusat. Bupati menekankan semua usulan harus melalui kepala desa agar koordinasi terjaga.
“Pemerintah daerah harus menghormati struktur pemerintahan desa. Jangan sampai bantuan turun tanpa sepengetahuan kades,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama erat antara pemerintah desa dan perangkat daerah untuk mengatasi persoalan sosial, stunting, kesehatan, dan pendidikan. Menurutnya, kepala desa adalah pemimpin tertinggi di wilayahnya yang harus didukung penuh oleh pemerintah kabupaten.
Program strategis lain yang ia umumkan adalah transmigrasi lokal bagi warga terdampak banjir di lima kecamatan. Program ini dirancang untuk mengubah mata pencaharian warga bantaran sungai dari sekadar menangkap ikan menjadi budidaya pertanian produktif, dilengkapi rumah, bibit, pupuk, dan pembinaan.
Bupati juga mematok target menjadikan Kapuas salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Tengah, mengacu pada keberhasilan panen raya di Terusan, Tamban Catur, Lumpak, dan Kapuas Timur yang menggarap ribuan hektare lahan.
Menutup pertemuan, ia menginstruksikan kepala desa untuk aktif melaporkan kerusakan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mengawasi kedisiplinan guru dan tenaga medis.
“Hak dan kewajiban harus seimbang. Jika ada yang tidak aktif, segera laporkan ke dinas terkait,” pungkasnya. (ds)












