PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran memastikan pembangunan jalan trase khusus perusahaan besar swasta (PBS) akan dibiayai melalui dana konsorsium, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Rencana pembangunan jalan itu untuk mencegah terjadinya kerusakan ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun. Pembangunan jalan khusu itu dari dimulai dari Gunung Mas menghubungkan Kapuas.
“PBS kita usahakan. Dulu sudah beberapa kali kita adakan (pertemuan), kita usahakan kita konsorsium. Ternyata mereka nggak jalan-jalan,” kata Agustiar saat ditemui di Universitas Palangka Raya, Senin, 11 Agustus 2025.
Ia menegaskan pembangunan itu bersifat business to business (B to B), bukan dari APBN atau APBD. “Bukan, bukan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom mengungkapkan, pihaknya telah melakukan perencanaan pembangunan jalan sepanjang 100 km untuk jalur trase khusus angkutan perusahaan tersebut.
“Jalan itu membentang dari Kabupaten Gunung Mas sampai Desa Lahei Mengkutup, Kabupaten Kapuas, sepanjang 100 km, itu jalan khusus untuk kendaraan industri non-umum seperti pertambangan, perkebunan, perhutanan,” kata Juni, Jumat 25 Juli 2025.
Juni menyatakan bahwa trase khusus angkutan perusahaan itu masih dalam proses perencanaan sampai dengan setahun sejak saat ini. Jalan itu dibuka di atas lahan baru maupun mengintegrasikan dengan jalan holding yang sudah ada, di atas lahan konsesi perusahaan.
“Mengintegrasikan jalan yang ada, yang sudah punya konsesi, dengan jalan yang baru, menghubungkan dengan ruas-ruas jalan sebelumnya,” tuturnya.
Perencanaan pembangunan jalan itu dilakukan setelah banyak kendaraan ODOL yang melintasi jalan provinsi penghubung Gunung Mas–Palangka Raya dan sekitarnya yang kerap merusak jalan.
“Semoga bisa cepat dibangun, sehingga kendaraan sektor perkebunan, perhutanan, sampai pertambangan, tidak melewati jalan negara lagi,” tuturnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan tracking awal untuk perencanaan pembangunan jalan tersebut.
“Jalan itu menghubungkan dari simpang Sungai Hanyu, Kabupaten Kapuas, sampai ke anak Sungai Kapuas ke Lahei Mangkutup, dari Sungai Kapuas baru ke Muara,” tambah Dedy.
Dedy menjelaskan bahwa jalan tersebut mengakomodasi zona ekonomi Kalteng di wilayah tengah (Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau) dan timur (Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya), sehingga terkoneksi dengan pelabuhan yang ada di sekitar wilayah tersebut.
“Trase khusus itu nanti muaranya ke Pelabuhan Batanjung di Sungai Kapuas, jalan itu dikhususkan untuk angkutan SDA sektor pertambangan, perhutanan, dan perkebunan,” pungkasnya.
(Syauqi)












