PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah bergerak cepat menanggulangi banjir yang melanda Murung Raya, Kapuas, dan Gunung Mas.
Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan langkah darurat sudah disiapkan dan koordinasi dengan berbagai instansi terus dilakukan.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan jalur transportasi tidak terputus terlalu lama,” kata Toyib, Kamis, 21 Agustus 2025.
BPBD Kalteng menyiapkan bantuan logistik untuk segera dikirim. “Untuk Kabupaten Gunung Mas, akan dikirim 90 matras dan 120 selimut. Sementara untuk Kapuas, disiapkan 120 matras, 160 selimut, dan 79 paket perlengkapan keluarga,” ujarnya.
Selain BPBD, Basarnas menyiagakan satu regu untuk evakuasi jika diperlukan. Dinas Sosial Kalteng juga menyalurkan 200 paket makanan siap saji, 500 paket makanan anak, 20 kasur, dan 50 selimut.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten, BMKG, Dinas Sosial, dan Basarnas sudah dilakukan sejak awal kejadian,” kata Toyib.
Laporan sementara mencatat banjir terjadi sejak 20 Agustus. Hingga Kamis siang, 20 desa di 11 kecamatan terdampak. Murung Raya menjadi daerah paling parah, dengan 75 kepala keluarga, 196 jiwa, dan 42 rumah terdampak.
Tujuh fasilitas pendidikan, dua fasilitas kesehatan, satu rumah ibadah, serta tujuh akses jalan ikut terputus. Di Kapuas, 16 rumah terendam, sementara di Gunung Mas air mulai surut meski tiga kecamatan masih terdampak.
Ahmad mengingatkan potensi banjir susulan masih ada karena BMKG memprediksi hujan intensitas sedang hingga tinggi pada 23-24 Agustus.
“Kami mengimbau masyarakat di daerah rawan agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat penting agar penanganan berjalan cepat. “Kami akan terus melakukan koordinasi dan monitoring untuk meminimalkan dampak banjir ini,” kata Ahmad.
(Syauqi)












