PALANGKA RAYA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya dalam memperkuat validasi data sektor energi dan pertambangan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Provinsi ESDM Kalteng, Vent Christway, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memastikan potensi pajak dapat dihitung secara akurat.
Hal ini terutama terkait inventarisasi subjek dan objek pajak, seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sektor Pertambangan (PBB-KB) dan Pajak Air Permukaan.
“Pendataan, pemetaan, serta inventarisasi PBB-KB dan Pajak Air Permukaan merupakan kewenangan Bapenda. Namun ESDM tetap berperan aktif dengan menghimpun data penggunaan BBM, air permukaan, hingga kendaraan operasional perusahaan tambang. Data itu kami serahkan ke Bapenda untuk ditindaklanjuti,” jelasnya dalam keterangannya dikutip, 26 Agustus 2025.
Menurut Vent, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar optimalisasi pendapatan daerah. Selain itu, sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) juga terus dioptimalkan karena merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Setiap penjualan wajib dilengkapi bukti pembayaran pajak daerah dan opsen MBLB sebagai dasar penerbitan Surat Angkut Asal Barang (SAAB).
“Dengan tata kelola yang ketat, MBLB bisa memberikan kontribusi ganda: pajak untuk kabupaten/kota dan opsen untuk provinsi. Ini adalah potensi yang harus terus dimaksimalkan,” tegasnya.
Hingga triwulan II tahun 2025, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Minerba dari Kalteng mencapai Rp5,008 triliun dengan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah sebesar Rp801,84 miliar.
Vent menilai angka tersebut membuktikan besarnya potensi sektor pertambangan bagi Kalteng.
Ia berharap, sinergi antar-perangkat daerah, eksekutif, dan legislatif dapat semakin diperkuat untuk memastikan seluruh potensi pendapatan bisa digali secara optimal.
“Transparansi data adalah kunci. Dengan data yang akurat, kita bisa memastikan setiap potensi benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












