PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana memanggil Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah setempat.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, mengatakan bahwa masih banyak temuan perusahaan yang tidak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya.
Untuk itu, Pemprov Kalteng akan melaksanakan rapat dengan perusahaan di tiga wilayah, yakni zona barat, timur, dan tengah.
“Dalam rangka meningkatkan optimalisasi pendapatan nanti kita akan melaksanakan kegiatan rapat di tiga wilayah,” ungkap Edy saat ditemui di Bundaran Besar Palangka Raya, Jumat pagi, 29 Agustus 2025.
Dalam rapat itu, kata Edy, pemerintah daerah akan mengajak perusahaan untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan Kalteng.
“Nah, kita akan mendiskusikan teman-teman dari perusahaan itu bisa memberikan kontribusinya dalam membangun Kalteng melalui membayar pajak dan membeli BBM di wilayah Kalteng,” ujarnya.
Ketika ditanya soal teguran untuk perusahaan, ia menyebut hal tersebut sedang dalam inventarisasi.
“Kalau itu sedang kita inventarisasi, potensi-potensi yang bisa kita himpun karena dari BBM itu (PAD nya) sampai Rp3 triliun, kalau sekarang Rp1,2 lebih yang diperoleh,” jelasnya.
Edy menambahkan, potensi PAD dari sektor BBM akan meningkat jika perusahaan taat aturan.
“Potensi (PAD) nya sampai Rp3 triliun kalau kita bisa, teman-teman itu bisa berpartisipasi untuk mengambil BBM nya di wilayah kita,” tegasnya.
(Sya'ban)












