PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperluas akses internet hingga ke wilayah pedesaan sebagai langkah mendukung transformasi digital di seluruh daerah.
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, berbagai program strategis dijalankan untuk mengatasi keterbatasan jaringan, termasuk melalui penyediaan layanan Starlink di daerah yang masih tergolong blank spot.
“Kami menyadari bahwa masih ada sebagian wilayah yang belum terjangkau jaringan internet secara optimal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sekitar 75 persen wilayah Kalimantan Tengah telah memiliki akses internet, artinya masih ada 25 persen yang perlu kita dorong bersama,” ucapnya, Rabu 8 Oktober 2025.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (yang kini bertransformasi menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital) sebelumnya telah menjalankan program pembangunan Base Transceiver Station (BTS).
“Namun, ada sejumlah kendala teknis dan proses evaluasi, pelaksanaan program tersebut sementara dihentikan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan ulang,” tambahnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran tidak tinggal diam. Melalui program prioritas daerah, pemerintah terus berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat menikmati layanan internet.
“Tahun ini kami telah menyalurkan bantuan Starlink untuk beberapa desa yang sebelumnya tidak memiliki akses internet sama sekali. Walaupun jangkauan perangkat ini terbatas, minimal pemerintah desa sudah dapat memanfaatkannya untuk kegiatan pelayanan publik,” lanjutnya.
Rencana serupa juga akan dilanjutkan pada tahun mendatang, dengan memperluas titik pemasangan Starlink ke kawasan yang dinilai strategis seperti pusat pelayanan masyarakat dan wilayah perbatasan antardaerah.
“Kami juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar semakin banyak daerah yang dapat terjangkau layanan ini. Pemerintah Provinsi secara konsisten mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk penguatan infrastruktur digital,” ungkapnya. (yud)












