PALANGKA RAYA – Plt. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Aswad, menegaskan pentingnya semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan dedikasi tinggi bagi seluruh anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Pesan tersebut disampaikan Noor Aswad saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) TRC Penanggulangan Bencana Tahun 2025, yang digelar di Aula BPBD Provinsi Kalteng, Selasa, 29 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Noor Aswad mengatakan bahwa pelaksanaan Bimtek ini bukan sekadar kegiatan pelatihan teknis, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan tanggung jawab moral dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Bimtek ini diharapkan bukan hanya ajang untuk menambah pengetahuan, tapi juga menjadi sarana memperkuat jiwa kemanusiaan, kedisiplinan, dan profesionalitas dalam bertugas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan dan penguatan TRC merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Kalteng dalam memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan kecepatan respon ketika terjadi bencana.
Lebih lanjut, Noor Aswad menjelaskan bahwa keberadaan TRC diatur dalam Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/167/2024, sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 360/1809/BAK Tahun 2022 tentang pembentukan TRC di seluruh Indonesia.
Menurutnya, TRC berperan sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana, mulai dari kaji cepat kondisi lapangan, pendataan korban dan kerusakan, hingga penanganan darurat.
“Tim Reaksi Cepat harus selalu siap siaga dan mampu bekerja dengan koordinasi yang baik. Kecepatan dan ketepatan tindakan di lapangan sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Noor Aswad berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan sungguh-sungguh. Ilmu serta keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ketika bencana terjadi.
“TRC adalah wajah pertama pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Tunjukkan sikap profesional, disiplin, dan penuh empati dalam setiap tindakan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












