Rencana Balapan di Taman Kota Sampit Tuai Penolakan: Warga Nilai Ganggu Ibadah dan

NARDI/BERITASAMPIT - komentar warganet terkait even balap di Taman Kota Sampit.

SAMPIT – Rencana gelaran event balapan di kawasan Taman Kota Sampit pada 13–14 Desember 2025 memicu gelombang penolakan dari masyarakat. Di media sosial Berita Sampit, warganet ramai-ramai menilai taman kota bukan lokasi yang layak untuk kegiatan otomotif karena berpotensi mengganggu kenyamanan warga, ibadah, dan lingkungan.

Salah satu pengguna Facebook, Riduwan Kesuma, menyebut kegiatan itu bisa mengganggu umat Nasrani yang sedang beribadah. “Bagusnya ditolak saja event ini karena mengganggu jam ibadah umat Nasrani,” tulisnya.

Nada serupa juga datang dari akun Haji Lana Tigakosongsatu, yang mengusulkan lokasi alternatif di area sekitar Stadion 29 Nopember, tempat yang disebutnya memiliki jalur aspal yang jarang digunakan.

“Ulun usul aja pang lah itu yg sering latihan didepan lapangan stadiun 29 itu rasa ada taman tidak terpakai coba itu dibikin bagus distu,” kata akun Haji Lana Tigakosongsatu.

Warganet lain, Nur Ilma Rahim, juga mempertanyakan keberadaan sirkuit yang pernah dibangun di Sampit.

“Perasaan Sampit sudah membangun sirkuit? Tapi apa kabarnya? Maka hinip?” tulisnya.

Hal serupa diungkap Ucup Hendry Yusuf dan Arif Rahmat di kolom komentar sebelumnya yang menyebut sirkuit tersebut kini mangkrak dan tidak dimanfaatkan.

Beberapa warganet juga memberikan pandangan alternatif. Sugi Ono Ono menilai, taman kota sebaiknya digunakan untuk kegiatan ringan.

“Taman kota cocok tempat lomba lari dan balap sepeda,” katanya. Sedangkan Ami Sriansyah mengenang masa lalu ketika balapan motor sempat digelar di lokasi tersebut. “Tahun 95 aku pernah nonton event balapan motor roadrace di Taman Kota Sampit, waktu itu masih merajai balap motor jenis Ninja 2-tak,” tulisnya.

Selain faktor kebisingan dan keamanan, warga juga menyoroti keberadaan Rumah Sakit Terapung dan jalur lalu lintas utama di sekitar taman.

“Betul wal, taman kota ini kan jalan masyarakat lalu lalang, bahkan di situ ada tempat orang berobat (Rumah Sakit Terapung),” tulis salah satu warganet lainnya.

“Bagus ja mun di tolak tambah mantap Igi mun di tolak,” celetuk akun Hendra Kobes.

“Mantp itu, memang seharusnya menurut saya juga jangan di situ, kalo mau lari ke mandalika sana, karna disana sirkuit nya, bukan di taman sampit, itu tempat umum pak,” kata Putra Rio.

Mayoritas komentar menunjukkan harapan agar pemerintah dan penyelenggara tidak memaksakan kegiatan balapan di lokasi yang ramai penduduk. Mereka sepakat, lebih baik memanfaatkan lokasi lain.

Bahkan mempertanyakan pembangunan sirkuit yang menelan anggaran miliaran, agar kegiatan otomotif tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan warga. (Nardi)

baca juga ...  Jembatan Kapten Mulyono 2026 Dilakukan Kajian Teknis, Pembangunan Total Ditargetkan 2027
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!