PULANG PISAU – Kabupaten Pulang Pisau bersiap menjadi pionir pengembangan pertanian modern di Kalimantan Tengah. Keseriusan PT Creative Global Group (CGG) menanamkan investasi di daerah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, yang digelar di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati.
Direktur Utama PT CGG, Tubagus Teddy Adha Manhayat, Kamis 13 November 2025, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata untuk membangun sektor pertanian Pulang Pisau agar lebih maju dan berdaya saing. Ia menyebut, perusahaan akan menjadi mitra jangka panjang bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
“Kami datang bukan untuk sekadar meninggalkan jejak, tetapi untuk tumbuh bersama Pulang Pisau. MoU ini tidak boleh berhenti di atas kertas, kami ingin mewujudkannya dalam bentuk nyata,” ujar Teddy.
Rencana besar PT CGG dimulai dengan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau pabrik penggilingan padi modern di Desa Tahajaya, Kecamatan Kahayan Hilir. Proyek ini disebut sebagai langkah awal menuju hilirisasi pertanian yang memberikan nilai tambah langsung bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Teddy menjelaskan, keberadaan RMU tidak akan mematikan penggilingan padi milik masyarakat. Sebaliknya, perusahaan ingin menciptakan kolaborasi dan sinergi agar terbentuk ekosistem pertanian yang saling menguatkan dari hulu ke hilir. “Kami ingin petani menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih menguntungkan, bukan hanya penonton,” katanya.
Ia juga menargetkan peletakan batu pertama pembangunan pabrik dilakukan pada tahun 2026 mendatang. Proyek ini sekaligus akan menjadi pilot project nasional di bidang pertanian terintegrasi, dimulai dari Pulang Pisau sebagai titik awal pengembangan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, investasi ini diharapkan menjadi babak baru pembangunan ekonomi Pulang Pisau. Langkah PT CGG diyakini akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, serta menjadikan daerah ini sebagai contoh nyata transformasi pertanian modern di Indonesia. (ds)












