PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr. Suyuti Syamsul mengungkapkan hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan bahwa 60 persen masalah kesehatan masyarakat di Kalteng berkaitan dengan kesehatan gigi. Temuan ini menjadi perhatian serius mengingat kesehatan gigi selama ini sering dianggap sepele.
Selain itu, kasus diabetes atau kencing manis juga cukup tinggi, terutama pada kelompok usia dewasa, pralanjut usia (pralansia), dan lansia.
“Saat kita kaji, sebagian besar dipengaruhi pola hidup. Konsumsi makanan terlalu manis, jarang berolahraga, serta faktor genetik. Faktor genetik ini sebenarnya bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat,” ucapnya, Kamis 13 November 2025.
Pola makan tinggi gula dalam jangka panjang membuat tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin. Ketika insulin tak lagi responsif, gula darah akan terus meningkat dan akhirnya memicu diabetes.
“Ada dua alasan mengapa penyakit seperti diabetes, kanker, dan jantung semakin meningkat. Pertama, gaya hidup masyarakat yang belum sehat. Kedua, usia harapan hidup yang semakin meningkat. Dua puluh tahun lalu, usia harapan hidup di Kalteng sekitar 50 tahun. Sekarang mencapai 73 tahun. Ketika masyarakat hidup lebih panjang, penyakit semakin banyak ditemukan,” tambahnya.
Selain itu pemahaman masyarakat mengenai tolok ukur kemajuan pembangunan perlu semakin diperkuat. “Kemajuan satu daerah atau bangsa tidak diukur dari banyaknya gedung atau pusat perbelanjaan. Salah satu indikator utamanya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus naik. Pembangunan infrastruktur tetap penting, namun pemahaman mengenai indikator kesehatan dan kualitas hidup masyarakat harus menjadi perhatian bersama,”ungkapnya. (yud)












