SAMPIT – Perjalanan panjang ditempuh Supianur, seorang warga Desa Mendawai, Kabupaten Katingan, untuk mendampingi sang ibu, Jamilah (54), menjalani pemeriksaan radiologi atas keluhan sakit pada bagian tangan yang telah dirasakan selama dua bulan terakhir.
Meski tinggal di daerah yang cukup jauh dari pusat layanan kesehatan, Supianur mengaku tetap merasa terbantu saat mendampingi ibunya berobat di RSUD Murjani Kotawaringin Timur (Kotim), karena seluruh prosedur pelayanan dapat diakses dengan lebih mudah melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Jamilah, peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN, sudah memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan secara rutin dalam lima tahun terakhir. Keluhan di bagian tangan yang tak kunjung membaik membuat dokter menyarankan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.
Supianur, sebagai anak, menganggap hal ini sebagai tanggung jawab sekaligus bentuk kasih sayang terhadap orang tua.
“Alhamdulillah, Ibu bisa terus menjalani pengobatan tanpa kendala biaya. Sudah lima tahun kami menggunakan BPJS Kesehatan, dan semuanya sangat membantu. Pemerintah sudah menanggung iuran Ibu saya sebagai peserta PBI, dan kami bersyukur sekali,” ujar Supianur.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah yang telah menanggung iuran masyarakat yang kurang mampu.
“Tanpa bantuan ini, mungkin kami akan kesulitan untuk berobat. Terima kasih banyak kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang sudah memberikan perlindungan bagi warga kecil seperti kami,” katanya.
Pemeriksaan radiologi yang dijalani Jamilah berjalan lancar. Supianur berharap hasil pemeriksaan ini dapat membantu dokter memberikan penanganan terbaik agar sang ibu segera pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Iwan Kurnia, turut memberikan tanggapan terkait pengalaman Supianur dan ibunya. Ia menegaskan bahwa program JKN memang didesain agar seluruh masyarakat, terutama yang kurang mampu, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa memikirkan biaya.
“Kisah Pak Supianur dan Ibu Jamilah adalah contoh nyata bagaimana Program JKN hadir untuk melindungi masyarakat dari risiko finansial akibat kebutuhan pelayanan kesehatan. Kami berkomitmen memastikan peserta PBI mendapatkan hak layanan yang sama seperti peserta lainnya. Tidak boleh ada perbedaan,” ujar Iwan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai prosedur dan memastikan data kepesertaan selalu aktif.Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan BPJS Kesehatan, Supianur berharap ibunya dapat segera sembuh.
“Yang penting ibu sehat. Soal biaya, alhamdulillah sudah ditanggung. Itu sangat meringankan,”tandasnya.(im/adv)












