PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo, menegaskan bahwa setiap program pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dapat dibuktikan manfaatnya langsung kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kompetensi ASN se-Kalteng Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 4 Desember 2025.
Menurutnya, tantangan utama birokrasi bukan pada jumlah pelatihan yang diikuti ASN, melainkan pada sejauh mana peningkatan kompetensi tersebut mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
“Anggaran pelatihan bukan untuk menghabiskan dana, tetapi untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Setiap pelatihan harus memiliki arah yang jelas dan ukuran keberhasilan yang bisa dievaluasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, sering kali pelatihan hanya berhenti pada kegiatan tanpa tindak lanjut yang kuat. Padahal, evaluasi dan kontrol menjadi kunci untuk memastikan kompetensi yang dibangun benar-benar diimplementasikan di unit kerja masing-masing.
Wagub juga mengingatkan pentingnya mengaitkan agenda pelatihan dengan target pembangunan daerah.
“Pelatihan itu harus berdampak pada kinerja organisasi. Kalau tidak berdampak, berarti ada yang salah dalam penyusunan program,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Edy menegaskan bahwa ASN adalah lokomotif keberhasilan program daerah sehingga peningkatan kapasitas harus dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan terarah.
“Kita ingin aparatur yang melayani dengan profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan,” tandas Wagub.
(Sya'ban)












