PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan. Hal ini disampaikan menyusul aspirasi warga Desa Makmur Jaya dan Desa Makmur Utama saat kunjungan kerjanya pada akhir Januari 2026.
Junaidi mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah sulitnya akses transportasi darat. Akibatnya, rantai distribusi hasil pertanian menjadi tidak efisien dan merugikan petani secara ekonomi.
“Cuman masalah di Katingan kuala terkhusus untuk Desa Makmur Jaya dan Makmur Utama ini adalah akses jalan,” ujar Junaidi di Kantor DPRD Kalteng, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, alur distribusi saat ini sangat panjang melewati jalur sungai menggunakan kelotok (sampan). Hasil tani dibawa ke Kotim, dijual ke Banjarmasin untuk dikemas, baru kemudian dikirim kembali untuk dijual di Palangka Raya dan Katingan.
Oleh karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Kalteng untuk segera menangani perbaikan jalan di kawasan Seberang, Kampung Tengah, hingga Pangkahi agar hasil tani tak lagi di bawa ke Banjarmasin.
“Oleh karena itu mereka (masyarakat) meminta akses jalan di seberang di Kapung Tengah ke Pangkahi itu cepat ditangani provinsi. Sehingga hasil alam, hasil pertanian bisa langsung di jual ke Katingan maupun ke Palangka Raya. Jadi enggak perlu mutar,” jelasnya.
Terkait sarana penunjang lainnya, Junaidi memastikan ketersediaan pupuk bagi petani pada tahun 2026 dalam kondisi aman. Dalam kunjungannya ke dua desa tersebut bersama dengan PT Pupuk Indonesia untuk menjamin ketersediaan di tingkat distributor hingga kios.
“Kalau masalah pupuk no problem (tidak ada masalah) karena kita sudah memamnggil langsung pupuk Indonesia untuk mendampingi kita termasuk distributornya. Pupuk 2026 tersedia bahkan harga turun sebesar 20 ribu,” pungkasnya.
(Syauqi)












