SAMPIT – Selama bulan suci Ramadan, warga di Kecamatan Baamang dan MB Ketapang, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram bersubsidi.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke beberapa pangkalan maupun warung eceran untuk mencari tabung gas melon tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang pulang dengan tangan kosong karena stok disebut sudah habis lebih cepat dari biasanya.
“Sudah keliling ke tiga tempat, semuanya bilang habis. Biasanya tidak sesulit ini,” ujar Rina, warga Baamang, Senin (Ramadan 2026).
Hal serupa juga dirasakan warga MB Ketapang. Mereka menyebut kelangkaan mulai terasa sejak awal Ramadan, ketika kebutuhan rumah tangga meningkat untuk keperluan sahur dan berbuka puasa.
“Sekarang lebih susah, kalau pun ada harganya sudah naik. Kadang sampai Rp35 ribu sampai Rp40 ribu,” keluh seorang warga lainnya.
Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa menunda aktivitas memasak atau beralih menggunakan kayu bakar sebagai alternatif sementara.
Kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan. Warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tersedia di tingkat pangkalan resmi.
Masyarakat juga meminta pengawasan diperketat agar tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga di tingkat pengecer. Terlebih, elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti kesulitan distribusi di dua kecamatan tersebut. Warga berharap kondisi ini segera teratasi agar ibadah Ramadan tidak terganggu oleh persoalan kebutuhan pokok rumah tangga.
(Jimmy)












