PALANGKA RAYA – Pengurus Provinsi (Pengprov) E-Sport Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengingatkan para atlet kabupaten/kota untuk menjaga kondisi psikologi dan fisik menjelang pelaksanaan Porprov Kalteng XIII di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Oktober 2026 mendatang.
Ketua Harian Pengprov E-Sport Kalteng, Rio Kriswana menegaskan, cabang olahraga (cabor) E-Sport memiliki tantangan berbeda dibanding olahraga konvensional. Atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis bermain, tetapi juga kekuatan mental dan daya tahan fisik yang prima.
“E-Sport berbeda dengan cabor lainnya. Atlet berhadapan langsung dengan layar televisi maupun handphone dalam waktu lama. Itu sangat menguras tenaga, pikiran, dan mental. Karena itu, kondisi psikologi dan fisik harus benar-benar dijaga,” ucapnya, Rabu 4 Maret 2026.
Selain itu meminta Pengkab/Pengkot E-Sport serta KONI kabupaten/kota untuk aktif melakukan monitoring dan pendampingan terhadap atlet. Tidak hanya melalui pelatih, tetapi juga melibatkan psikolog guna memastikan atlet merasa nyaman saat menjalani latihan, pertandingan internal, hingga menghadapi tekanan kompetisi.
“Pendampingan psikolog sangat penting agar atlet lebih tenang dan percaya diri. Kenyamanan saat latihan dan bertanding akan sangat berpengaruh terhadap performa mereka di Porprov nanti,” tambahnya.
Rio yang juga dikenal sebagai ekonom muda Kalteng ini menyebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan diskusi dengan pengurus E-Sport daerah. Langkah tersebut bertujuan memperkuat sistem pembinaan serta memudahkan mitigasi terhadap potensi kendala yang dihadapi atlet menjelang Porprov.
“Komunikasi intens terus kami bangun agar atlet tetap semangat menjalani training di daerah masing-masing. Dengan pemantauan yang baik, persiapan menuju Porprov bisa lebih maksimal,” lanjutnya.
Selain aspek mental, juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas fisik. Atlet E-Sport, kata dia, tetap harus rutin berolahraga seperti jogging atau gym guna menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Namun, porsi latihan fisik perlu disesuaikan dan dikonsultasikan dengan pelatih agar seimbang dengan jadwal latihan internal.
“Keseimbangan antara latihan teknik dan fisik harus dijaga. Semua itu demi memberikan hasil terbaik, bukan hanya di Porprov Kalteng XIII, tetapi juga menghadapi Pra PON dan PON mendatang,” tuturnya.
Berkaca pada pengalaman pendampingan atlet E-Sport di ajang PON sebelumnya, optimistis E-Sport Kalteng mampu kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.
“Kami optimistis bisa kembali mempersembahkan medali perak, bahkan emas untuk Kalteng. Target itu bukan sesuatu yang mustahil jika persiapan dilakukan dengan matang,” ungkapnya. (yud)












