SAMPIT – Pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi angkutan menjelang arus mudik Idulfitri di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan enam sopir yang terindikasi positif narkoba saat pemeriksaan pada Sabtu 14 Maret 2026 di posko Islamic Center.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kotim guna memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat sehingga perjalanan masyarakat selama masa mudik dapat berlangsung aman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan tim medis mencakup sejumlah indikator kesehatan.
“Pemeriksaan kesehatan yang kami lakukan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, obesitas hingga pemeriksaan penggunaan narkoba bagi para sopir angkutan,” kata Nugroho Kuncoro Yudho, Sabtu 14 Maret 2026.
Pada 14 Maret, kegiatan pemeriksaan dilaksanakan di Pos Pengamanan Terpadu Islamic Center dengan sasaran sopir angkutan umum atau taksi. Dalam kegiatan itu, sebanyak 26 sopir menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan tujuh orang dalam kondisi normal dan 19 orang mengalami tekanan darah tinggi. Untuk pemeriksaan gula darah terdapat 23 orang dalam kondisi normal dan tiga orang dengan kadar gula darah tinggi,” jelasnya.
Dari pemeriksaan indeks massa tubuh, satu orang sopir tercatat mengalami obesitas, 14 orang dalam kondisi normal 8 pra oebsitas, dan tiga orang dalam kategori kurus. Sementara itu, pada pemeriksaan narkoba ditemukan enam sopir dengan hasil positif.
Sementara itu pada kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan Jumat 13 Maret lalu di Terminal Patih Rumbih, sebanyak 28 sopir bus antar kota antar provinsi menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan tekanan darah, tercatat 20 sopir dalam kondisi normal dan delapan orang mengalami tekanan darah tinggi. Sementara pemeriksaan gula darah menunjukkan 14 orang normal dan enam orang memiliki kadar gula darah tinggi.
Selain itu, pemeriksaan indeks massa tubuh menunjukkan 10 sopir mengalami obesitas dan 18 lainnya berada dalam kategori normal. Adapun hasil tes narkoba terhadap seluruh sopir yang diperiksa pada hari tersebut menunjukkan hasil negatif.
Nugroho menuturkan, pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan selama empat hari dengan lokasi yang berbeda-beda dan menyasar pengemudi angkutan yang beroperasi selama periode mudik Lebaran.
Ia menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan akan dilanjutkan pada Minggu 15 Maret di Pos Pengamanan Kota Besi atau Bundaran Nenas dengan sasaran sopir angkutan umum.
Selanjutnya pada 16 Maret, pemeriksaan juga dijadwalkan berlangsung di Dermaga Long Board dengan sasaran pengemudi angkutan sungai yang melayani penumpang selama masa mudik.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik Lebaran. (Nardi)












